Panggung Para Singa Muda

Panggung Para Singa Muda

  Senin, 28 March 2016 09:23

BERLIN – Bisa menang atas Jerman menjadi salah satu kegembiraan yang luar biasa bagi timnas manapun. Apalagi status Die Mannschaft, julukan Jerman, saat ini sebagai juara dunia semakin melipatkan kebahagiaan itu. Layaknya cerita-cerita from zero to hero, Inggris menjungkirkan tuan rumah Jerman. Tertinggal dua gol lebih dulu, The Three Lions, julukan Inggris, memukul balik Jerman dengan skor 3-2 di Olympiastadion. 

Berkat kemenangan kemarin, rekor kalah menang Inggris lebih baik ketimbang Jerman. Keduanya berjumpa 30 kali, Inggris menang 13 kali, Jerman 12 kali, dan sisanya berakhir imbang. Nah, tactician Inggris Roy Hodgson tak bisa menutupi rasa gembiranya berkat kemenangan gemilang ini. Namun pria berusia 68 tahun sadar betapa bahayanya jika overconfidence menjelang Euro 2016 bergulir musim panas mendatang. 

“Mari kita tetap jaga agar kaki para pemain tetap berada di bumi. Tim kami tak boleh lekas besar kepala dengan kemenangan atas Jerman ini,” ucap Hodgson seperti diberitakan The Guardian. “Kami harus tetap selalu ‘lapar’ dan belajar dari kesalah-kesalahan lalu yang kita buat,” tambah mantan tactician Liverpool itu. 

Dalam laga kemarin, tiga gol Inggris dikontribusikan oleh Harry Kane pada menit ke-61, Jamie Vardy (75’), dan Eric Dier (90’+1’). Sementara gol Jerman dilesakkan Toni Kroos (43’) dan Mario Gomez (57’). 

Menang dari seteru klasik macam Jerman memang membanggakan. Apalagi Hodgson sedang disorot karena memakai pemain yang dinilai pendukung Inggris masih minim caps. Lihat saja dari 14 pemain yang masuk ke lapangan kemarin, delapan diantaranya punya caps internasional bersama Inggris di bawah sepuluh. 

Mulai dari Jack Butland (4 caps), Fraser Forster (4), Nathaniel Clyne (10), Danny Rose (1), Eric Dier (3), Dele Alli (5), Harry Kane (9), dan Jamie Vardy (5).  “Saya bisa merasakan jika tim ini sedang memulai sesuatu yang besar. Tim ini harus menjaga kerja keras, saling mendukung, sehingga menimbulkan kekuatan yang berlipat besarnya di Prancis musim panas mendatang,” kata Hodgson. 

Inggris dengan darah mudanya memang menyulitkan pasukan Jerman yang mayoritas berisi skuad sisa Piala Dunia 2014 lalu. Dari starting XI Jerman kemarin, beberapa nama baru diantaranya Emre Can, Antonio Rudiger, dan Jonas Hector. Tiga nama tersebut beroperasi di lini belakang Jerman. 

Dari statistik Soccerway, penguasaan bola Jerman boleh sampai 57 persen. Namun Inggris menghasilkan lebih banyak teror ke gawang Jerman. Total Inggris melepas 12 tembakan dengan empat on target. Sedang Jerman hanya lima tembakan dan tiga on target. 

Media Inggris berani menyebut, lebih baik Rooney tak dibawa ke Prancis dan memastika nomor sepuluh tetap menjadi milik pemain kelahiran Milton Keynes itu. Pemain berusia 19 tahun  dalam laga kemarin menjadi otak setiap serangan Inggris. Meski tak berkontribusi maupun assist, namun sepak terjan Alli menjanjikan satu hal. Masa depan Inggris cerah bersamanya. 

“Rose, Alli, Kane, bahkan Vardy menunjukkan sesuatu yang luar biasa. Bermain di depan 71 ribu penonton di Olympiastadion, mereka sama sekali tak gugup,” puji Hodgson. Menurut Hodgson Alli membutuhkan sedikit lagi ketenangan agar bisa memaksimalkan potensinya. Faktor usia belia kadang masih menyisakan kekurang tenangan memanfaatkan peluang. 

Menjelang Euro di Prancis, Hodgson masih punya kesempatan empat kali lagi menata, memperbaiki, dan menyempurnakan skuadnya. Yakni masing-masing ujicoba melawan Belanda (30/3), Turki (22/5), Australia (27/5), dan Portugal (2/6). 

“Kami masih ingin menyolidkan barisan pertahanan yang beberapa kali masih rapuh dan gampang dijebol. Ini pekerjaan rumah sebelum laga perana Euro melawan Rusia 11 Juni mendatang,” tutur Hodgson. 

Sementara itu, der trainer Jerman Joachim Loew mengaku kesal dengan penampilan skuadnya. Unggul dua gol sampai menit ke-60, pada 30 menit sisa laga tiga gol bersarang ke gawang Neuer. 

Seperti diberitakan ESPN Loew tak bisa menyembunyikan kecewa. Loew terlihat cemberut karena dipermalukan di depan publik sendiri. Apalagi dua gol yang diciptakan Inggris melalui kaki Kane dan Vardy sungguh spesial. 

“(Kekalahan) Ini mengganggu. Kami menuju Euro dan fakta skuad kami masih compang-camping baik dalam menyerang juga bertahan membuat kami mawas diri,” tutur pria 56 tahun itu. 

“Kami tak seharusnya tersungkur setelah unggul 2-0 lebih dahulu. Kekalahan ini menunjukkan kami punya masalah dalam struktur permainan kami dan pemain kami sangat minim menciptakan peluang,” jelas Loew soal sebab kekalahan timnya. (dra)