Pangeran Srie Negara Hadiri Robo-Robo

Pangeran Srie Negara Hadiri Robo-Robo

  Kamis, 10 December 2015 09:28
Pangeran Srie Negara saat memberikan sambutan pada kegiatan Robo-robo yang dilaksanakan, Rabu (9/12) kemarin di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Berita Terkait

PONTIANAK--Tahun 2015 menjadi tonggak awal kebangkitan Kesultanan Pontianak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kejayaan Keraton Kadriyah. Setelah melantik Putra Mahkota dan 40 pangeran Istana Kadriyah, keraton juga merancang strategi untuk kemakmuran dan kemajuan seluruh komponen kerajaan. Salah satunya dengan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah terus mengunjungi dan menghadiri berbagai kegiatan acara yang berkaitan dengan Kerajaan, Pemerintahan maupun kemasyarakatan. Rabu pagi kemarin, diwakili oleh tiga pangeran kerajaan yang dipimpin Pangeran Srie Negara yang bernama lengkap Sy Machmud Alkadrie SH, kesultanan Kadriyah menghadiri acara robo-robo yang dilaksanakan di Desa Sungai Kakap.

Acara tahunan yang terus populer dikalangan masyarakat daerah ini, selalu dilaksanakan setiap tahunnya dan diritualkan dengan melakukan makan-makan bersama, seperti di atas kapal dan tepi sungai. Itupula yang dilakukan Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya masyarakat tradional ini.

Dihadiri oleh Bupati Kubu Raya H Rusman Ali, para raja dan perwakilan kerajaan-kerajaan di wilayah Kalimantan Barat dan Borneo, acara robo-robo semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Ratusan bahkan ribuan masyarakat dari berbagai penjuru datang ke Desa Sungai Kakap, tepatnya di Pasar Sungai Kakap.Kehadiran Bupati dan Pangeran Sri Negara disambut hangat masyarakat Desa Sungai Kakap. Mereka sangat antusias untuk mengikuti acara robo-robo ini.
Dalam sambutannya Bupati berjanji akan meningkatkan anggaran serta lebih memperbanyak kegiatan dalam momen robo-robo.Selain itu, di tahun yang akan datang, akan lebih dikenalkan tradisi robo-robo ke masyarakat nasional dan masyarakat internasional. “Karena masih sedikit masyarakat yang tahu tentang budaya masyarakat Kalimantan Barat ini. Saya sendiri masih belum faham benar mengenai makna yang terkandung dalam ritual robo-robo ini,” ungkap Bupati.
Sementara Pangeran Srie Negara kepada awak media mengharapkan kegiatan ini menjadi jembatan tali silaturahmi yang erat antar masyarakat, pihak kerajaan dan pihak pemerintahan. Dia melihat momen ini bisa memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat. “Bayangkan jika dalam satu hari ini lebih dari sepuluh ribu masyarakat yang berkumpul. Bisa dibayangkan perputaran duitnya. Masyarakat senang dan seluruh pedagang meraup hasil yang lumayan,” ungkap dia.
Machmud juga mengatakan, Istana Kesultanan Kadriyah sangat berkomitmen untuk bersama-sama seluruh komponen masyarakat dan pihak kerajaan di Kalimantan Barat untuk selalu menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang melekat di masyarakat arus bawah dan masyarakat tardisional. “Saya berharap kegiatan robo-robo ini semakin diperhatikan dan dipelihara tak hanya oleh Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya, tapi juga oleh Pemerintahan Kalimantan Barat dan Pemerintaha Republik Indonesia,” harapan dia, (bdi)

 

Berita Terkait