Pangdam Kunjungi PT WHW

Pangdam Kunjungi PT WHW

  Kamis, 12 May 2016 10:25
BERSAMA WABUP: Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Agung Risdhianto berbincang-bincang bersama Wakil Bupati Ketapang Suprapto Sutrisno, saat mengunjungi PT WHW, Selasa (10/5). ISTIMEWA

Berita Terkait

KENDAWANGAN – Panglima Kodam XII (Pangdam) Tanjungpura Mayjen TNI Agung Risdhianto mengunjungi PT WHW AR Site Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Selasa (10/5). Didampingi istri beserta staf, dengan menggunakan helikopter, jenderal bintang dua tersebut memantau persiapan penyambutan kedatangan Presiden Joko Widodo ke perusahaan tersebut yang dijadwalkan 21 Mei mendatang.

Wakil Bupati Ketapang Suprapto Sutrisno selaku Ketua Panitia Penyambutan Presiden RI, didampingi komandan Kodim (Dandim) 1203 Ketapang, Letkol TNI Saud Edward Tampubolon, menyambut Pangdam di lapangan heliped PT WHW. Rombongan Pangdam juga langsung disambut jajaran manajemen PT WHW, seperti Manajer Pabrik Mr Lie Yu Yong,

Koordinator CERD WHW AR Harry Suharyanto, dan Manajer CSR Togap L Manik. Di sana Pangdam langsung mengadakan dialog dengan manajemen perusahaan.

Dalam dialog dan tatap muka tersebut, Pangdam berpesan agar situasi dan kondisi tetap aman menjelang kunjungan Presiden. “Bahwa kedatangan kami untuk memastikan kesiapan perusahaan PT WHW ini, dalam rangka menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo. Saya mendengar informasi akan kedatangan Presiden ke WHW ini kira-kira dua minggu yang lalu. Oleh

karena itu, saya selaku pemangku pengamanan VVIP, berkewajiban melihat

langsung lokasi yang jadi pusat kunjungan Presiden dan rombongan, demi

untuk membuat perencanaan keamanan,” ungkap Pangdam. 

Dimaklumi Pangdam juga jika kehadiran PT WHW ini sebagai kebijakan pemerintah, untuk mengundang investor membangun pabrik alumina. Namun, dia juga tak memungkiri jika kehadiran pabrik tersebut tidak terlepas dari masalah keamanan. Menurutnya, persoalan keamanan kalau tetap dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada konflik sosial. Untuk itu, dia berpesan agar perusahaan mampu merangkul masyarakat di daerah sekitar, serta tetap harus saling memberi informasi kepada mereka. “Agar dapat mengantisipasi secara dini langkah langkah pengamanan, jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata Pangdam. 

Saat ini, menurut informasi yang berkembang, terkait banyaknya tenaga kerja asing dari Tiongkok ke WHW, dikhawatirkan dia, membuat iri masyarakat setempat. Namun, dia memastikan sampai saat ini, TNI bersama Polri masih bisa mencoba meredam, agar situasi tetap terkendali. “Kendati demikian, kita harus waspada, jangan sampai ada aksi-aksi dari mereka, seperti unjuk rasa, dengan memasang banner atau spanduk pada saat kunjungan Bapak Presiden nanti, sehingga membuat ketidaknyamanan,” pesan Pangdam. 

Pangdam mengingatkan kembali mengenai perlunya kerja sama antara pihak manajemen perusahaan, baik dengan TNI maupun Polri, untuk memberi informasi sekecil apapun. “Agar dapat mengantisipasi dan mengambil tindakan pengamanan sedini mungkin,” pungkas Pangdam.

Sementara itu, Wakil Bupati Suprapto Sutrisno mengatakan sejauh

ini masih belum ada informasi lanjutan dari Sekertariat Negara (Setneg), terkait waktu kedatangan Presiden. Namun, pihaknya akan terus berkordinasi dengan Setneg. “Kami selalu siap dan kami akan rapat dengan segenap jajaran dan pihak keamanan, guna persiapan kunjungan Presiden yang rencananya juga akan dihadiri oleh seluruh bupati se-Provinsi Kalimantan Barat dan berharap semua rencana berjalan aman dan sesuai harapan kita semua,” tutupnya. (afi)

Berita Terkait