Panas dan Hujan Berdampingan di Khatulistiwa

Panas dan Hujan Berdampingan di Khatulistiwa

  Sabtu, 16 April 2016 07:35   1

          Indonesia adalah Negara kepulauan dimana wilayahnya dipisah-pisahkan oleh laut atau selat. Dilihat dari letak geografis Indonesia berada pada garis lintang  6˚LU-11˚LS dan garis bujur 95˚BB-141˚BT. Selain itu indonesia adalah salah satu Negara yang wilayahnya berada di garis khatulistiwa yang merupakan poros atau pertengahan dari bumi, oleh karena itu Indonesia mengalami dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau yang disebabkan oleh gerak semu matahari.  Adanya gerak semu matahari Indonesia mendapatkan penyinaran matahari hampir merata setiap tahunnya. 

          Salah satu wilayah yang berada di garis khatulistiwa adalah pulau Kalimantan tepatnya Kalimantan Barat, dimana wilayah ini memiliki kondisi cuaca dan iklim sedikit berbeda dengan kondisi wilayah Indonesia lainnya. Bagi beberapa orang yang baru tinggal di Kalimantan Barat pasti akan merasakan perbedaannya, mulai dari perbedaan suhu, kondisi cuaca yang sering hujan dan beberapa kondisi lainnya. Bulan Maret merupakan puncak musim penghujan dimana hujan mengguyur beberapa wilayah di Indonesia dimana biasanya suhu mengalami penurunan dan kelembaban udara mengalami peningkatan. Namun ada sedikit perbedaan di Pontianak Kalimantan Barat ini dimana suhu udara justru sangat tinggi mencapai 36.2˚C yang terjadi pada tanggal 19 Maret 2016 sesuai data dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak.

          Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya equinox yang terjadi pada 21 Maret 2016 lalu, dimana matahari mengalami gerak semu matahari tahunan yang terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September. Selain itu di garis khatulistiwa atau garis equator adalah tempat bertemunya angin dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Angin bergerak dari tekanan tingi menuju tekanan rendah dimana angin bergerak dari belahan bumi selatan menuju equator kemudian angin akan dibelokkan kearah barat sedangkan angin berasal dari belahan bumi utara akan dibelokkan kearah timur hal ini dipengaruhi adanya ITCZ . Disamping itu karena adanya ITCZ di equator bertemunya dua masa udara yang memiliki sifat dan kekuatan yang sama akan terjadi konvergensi, yaitu naikknya masa udara ke atas dan akan mengalami pendinginan sehingga terbentuklah awan konvektif seperti cumulonimbus yang akan menghasilkan hujan .

          Inilah yang menyebabkan mengapa cuaca di Kalimantan barat antara hujan dan panas selalu berdampingan.

 

Penulis : Observer - BMKG Maritim Pontianak

Kuntinah

Observer di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak - BMKG