Pameran Permainan Tradisional , Membawa Alam Pikir Anak agar Disiplin dan Kreatif

Pameran Permainan Tradisional , Membawa Alam Pikir Anak agar Disiplin dan Kreatif

  Rabu, 2 December 2015 08:48
PERMAINAN GASING: Sejumlah pemain gasing yang tergabung dalam komunitas Gudang Dolanan Indonesia sedang bermain gasing di Museum Kalbar. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berkembangnya teknologi membuat permainan tradisional kurang diminati oleh anak-anak sekarang. Padahal, permainan tradisional merupakan warisan dan bentuk kearifan lokal yang baik untuk tumbuh kembang anak. IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

BANYAK jenis permainan tradisional yang tersebar dan memiliki banyak persamaan dari satu daerah di Indonesia. Namun semakin hari keberadaannya kian tergerus arus globalisasi. Untuk itu Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pameran Permainan Tradisional Rakyat Nusantara 2015.
Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan kegiatan seperti ini perlu ditumbuhkembangkan. Permainan tradisional jika dibandingkan dengan permainan modern sebetulnya lebih bisa memengaruhi daya pikir anak untuk melakukan inovasi dan kreativitas. "Karena setiap permainan tradisional yang ada selalu membawa alam pikir anak ke hal-hal yang bisa membuat anak lebih disiplin, kreatif dan mengembangkan inovasi," katanya saat pembukaan di Museum Kalbar, Selasa (1/12).
Dia memberikan contoh semisal permainan sumpit, bisa memengaruhi bagaimana seseorang mengendalikan diri, kesabaran dan fokus. Sebab pemain pasti akan berusaha mengenai sasaran yang benar. Kemudian egrang, selain dari sisi kesehatan juga bisa melatih kemampuan pengendalian diri. Lalu ada pangkak gasing yang memerlukan fokus dan daya pikir untuk memainkannya. "Banyak lagi permainan lainnya, yang juga mengandung kearifan lokal dan filosofi tertentu," katanya.
Sutarmidji berharap ada tulisan tentang filosofi permainan-permainan tradisional, dalam bentuk buku yang mudah dicerna. "Harusnya setiap permainan tradisional dari manapun ada tulisannya, sehingga orang akan mudah untuk memahami serta mengimplementasikannya," harapnya.
Kegiatan seperti ini juga dikatakan bisa semakin membawa anak-anak tidak terpengaruh dengan globalisasi. Di mana IT sangat gampang sekali memberi pengaruh pada perubahan karakter anak yang justru ke arah kurang baik. Untuk itu permainan tradisional yang mengangkat budaya lokal perlu dilestarikan.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamuddin Ramli menjelaskan kegiatan Pameran Permainan Tradisional Rakyat Nusantara 2015 di Kalbar ini merupakan tempat keempat sekaligus yang terakhir. "Semoga bisa ramai dikunjungi, masyarakat yang datang bisa melihat serta mengenang masa kecilnya, apa-apa saja yang menjadi permainannya," ungkapnya.  
Memang dia menilai saat ini pelestarian permaianan tradisional tantangannya cukup berat. Anak-anak lebih mengenal smartphone, gadget atau laptopnya masing-masing. Sebab itu hal ini harus menjadi perhatian bersama. Perlu dikembangakan lagi inovasi-inovasi, misalnya mengkolaborasikan permainan tradisional dan modern. "Anak-anak sekarang jarang keluar rumah, cukup main smartphone, dulu anak-anak lebih sehat karena bermain di luar berlari, berkeringat tanpa disadari membuatnya kuat," terangnya.
Tantangan ini dilawan dengan cara menggelar berbagai kegiatan terkait, sehingga permainan tradisional bisa lestari. Orang yang lebih tua pun selayaknya diharapkan bisa menjadi contoh kepada anak-anaknya dengan ikut memperkenalkan permaian tradisional serta kearifan lokal yang terkandung.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan menambahkan kreatifitas anak akan lebih terasah dengan bermaian permainan tradisional. Saat ini anak-anak muda sangat akrab dengan permainan digital yang cenderung membentuk pemainnya menjadi individualis karena kontak langsung hanya dengan mesin dan alat. Sedangkan permainan tradisional kaya akan filosofi, kearifan, kebijaksanan dan kerja sama tim.
Pameran Permainan Tradisional Nusantara salah satu jawaban sebagai upaya melestarikan keberadaan permainan tradisional dalam menghadapi tantangan zaman. Memberikan wawasan yang luas tentang permainan tradisional, serta nilai pendidikan dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Dalam pameran ini, masyarakat diperkenalkan dengan keberagaman permaianan dari berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat juga diajak untuk berinteraksi memainkan dan membuat permainan tradisional. Harapannya dengan pameran ini masyarakat teruatama generasi mudah lebih mengenal, mencintai dan pada akhirnya dapat ikut melestarikan permainan tradisional.(*)