Palsukan Tanda Tangan, Mantan Bendes Dibui

Palsukan Tanda Tangan, Mantan Bendes Dibui

  Sabtu, 14 November 2015 10:31
DITAHAN APARAT: MS, mantan perangkat Desa Mekar Sekuntum, Kecamatan Teluk Keramat, saat ditahan di Mapolres Sambas karena memalsukan tanda tangan warga. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Kepolisian Resor (Polres) Sambas menahan mantan perangkat desa Mekar Sekuntum, Kecamatan Teluk Keramat, MS. Ketika itu, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Urusan Pemerintahan sekaligus Pelaksanatugas Seketaris Desa. Penahanan ini sendiri lantaran MS dilaporkan telah memalsukan tanda tangan warga.

Kepala Polres Sambas melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Eko Mardianto memastikan jika tersangka sudah ditahan bersama sejumlah barang bukti di Mapolres. "Yang bersangkutan kita tahan karena terbukti melakukan tindakan pemalsuan tanda tangan," ungkapnya kepada koran ini, Jumat (13/11) kemarin.

Dijelaskan Kasatreskrim jika kejahatan ini berawal dari kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan Desa Mekar Sekuntum sepanjang Juli – September 2011 lalu, yang masuk dalam anggaran desa 2011 – 2012. Dalam kegiatan yang sudah teranggarkan ini, menurut Kasatreskrim, tentu juga dilakukan pembayaran sejumlah uang. “Agar uang itu mudah cair, oleh mantan perangkat desa ini dibuatlah laporan sendiri. Di mana menggunakan nama dan tanda tangan yang diduga dibuatnya sendiri,” ujar Eko.

Maka, Eko mengungkapkan, terteralah tanda tangan di surat bukti pembayaran penerimaan uang dari Kepala Desa (Kades) Mekar Sekuntum atas nama Nalindi bin Udin. Kemudian, dia menambahkan, yang bersangkutan juga memalsukan tanda tangan atas nama Ali bin Ibrahim pada kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan desa mereka. Bahkan, tak hanya itu, Eko juga membeberkan jika terjadi juga pemalsuan tanda tangan atas nama Mawardi bin Mahiji Jarni pada tanda bukti penerimaan uang dari kades Mekar Sekuntum dan memalsukan tanda tangan atas nama Lamiri bin Nasri pada tanda bukti penerimaan uang dari Kades. Terakhir, menurut Eko, tersangka kembali memalsukan tanda tangan M Yatim bin Rawi pada penerimaan uang dari Kades. Atas dugaan pemalsuan tanda tangan itulah, mantan perangkat desa ini pun dipolisikan warganya dengan surat  LP /135/VI/2015/Kalbar/Res Sambas tanggal 12 Juni 2015.

Eko menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris kriminalistik, diperoleh hasil jika surat-surat tersebut palsu, sesuai dengan hasil pemeriksaan dari forensik Mabes Polri maka Nomor: Lp/3057/DTF/2015, tanggal 28 September 2015. Atas tindakan yang bersangkutan, Eko mengungkapkan telah terjadi kerugian negara mencapai Rp 6.327.547,75. Selain itu, kepolisian juga menyita barang bukti berupa satu lembar surat daftar kegatan gotong royong kebersihan lingkungan Desa Mekar Sekuntum sepanjang Juli – September 2011, enam lembar tanda bukti pembayaran uang, satu lembar bukti pembayaran alat tulis kantor tertanggal Juni 2009, satu lembar surat penyerahan tertanggal 7 April 2008, satu lembar daftar pemeriksaan nikah Nomor; 628/40/1/X/2009 tanggal 4 September 2009. 

Kasatreskrim mengungkapkan jika mantan bendahara ini akan dijerat dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Dipastikan dia jika penahanan terhadap MS dilakukan sejak keluarnya surat dari Puslabfor yang menerangkan adanya pemalsuan tanda tangan. Saat ini, dia menambahkan jika kasus MS sudah tahap 1 dan menunggu P21 dari kejaksaan. (har)

 

Berita Terkait