Pakde Karwo: Top Destinasi Saja tidak Cukup

Pakde Karwo: Top Destinasi Saja tidak Cukup

  Jumat, 15 April 2016 14:12
FOTO; JAWAPOS.COM

Berita Terkait

SURABAYA--Soekarwo, gubernur Jawa Timur yang populer dengan panggilan akrab Pakde Karwo, mengkritik Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam Diskusi Ruang Ide di Graha Pena Jawa Pos, Surabaya.

"Jangan harap target 20 juta wisatawan tahun 2019 tercapai," kata Pakde Karwo dengan wajah nyinyir dan dialek Suroboyoan. "Kita tidak bisa mengandalkan 10 Top Destinasi Prioritas yang punya keunggulan alam dan budaya masyarakatnya."

Menurut Pakde Karwo, ada syarat yang lebih mendesak untuk mencapai target itu. Syarat itu sangat penting, mendesak, dan menentukan. Yaitu, pengalaman, semangat, dan antusiasme daerah.

"Jangan menyurun orang buta huruf membaca. Pasti gagal. Pasti tidak bis," lanjut Soekarwo.

Menurutnya, dari 10 Top Destinasi Prioritas tidak semuanya punya semangat mengejar target wisman. Beberapa lainnya belum berpengalaman.

Soekarwo juga mengatakan alangkah lebih baik menggenjot yang sudah pasti. Misal, Great Bali, Jakarta, Batam, dan Surabaya di urutan keempat.

"Jika mengandalkan destinasi baru untuk menari wisman, tapi sumber daya dan infrastruktur tidak siap, itu sama halnya dengan menyuruh orang buta huruf membaca," demikian Pakde Karwo.

Ia juga memperingatkan Menpar Arief Yahya untuk tidak meneruskan konsepnya. Alasannya, jangan memulai dari nol, tapi awali dari akhir.

Pakde Karwo juga menyindir Menpar Arief Yahya yang kurang memikirkan daerahnya. Ia menantang Arief Yahya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur dari 500 ribu menjadi satu juta bukan pada tahun 2019, tapi tahun 2017.

Menpar Arief Yahya balik bertanya; secepat apa Jawat Timur menggandakan jumlah wisatawan jika sudah diberi kesempatan. Ia juga mengatakan menangkap keseriusan dan semangat semua daerah di Jawa Timur, dan Jawa Timur bisa melakukannya.**

Berita Terkait