Pajang Al Quran Tulis Tangan Berumur 200 Tahun

Pajang Al Quran Tulis Tangan Berumur 200 Tahun

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:15

Berita Terkait

KOTA Singkawang dalam minggu ini mendadak ramai. Jalanan tak pernah lengang di sekitar Stadion Kridasana. Lapangan sepakbola yang sepi itu kini berdiri stand-stand perwakilan MABM seluruh utusan Kalbar. Selepas melewati pintu masuk, pengunjung akan disuguhkan kapal lancang kuning dan instalasi patung Hang Tuah.

Pengunjung bisa menaiki kapal dan berselfie ria, termasuk dengan patung hang tuah. Disisi sebelah kiri, Tengah kanan mengitari panggung utama ada stand stand MABM.

Salah satunya stand MABM Sambas. Layaknya tamu undangan. Memasuki stand ini disapa dan diminta kesedian mengisi buku tamu. Pukul menunjukkan 15.25 Jumat (21/10) itu sudah ada 2.695 orang berkunjung distand ini.

Dengan bentuk miniatur Istana Alwatzikhubillah Sambas. Lengkap dengan ornamen khas Melayu serba kuning. Setelah mengisi buku tamu, pengunjung langsung disuguhkan dua meriam asli. Meriam peninggalan sejarah perang kongsi dan menterado.

Memasuki teras stand, pengunjung disuguhkan majangan Pelaminan pengantin khas Melayu Sambas. Telat berhadapan dipintu masuk stand.

"Disini banyak kaum muda, pasangan kekasih berselfie," kata Ketua Umum MABM Kabupaten Sambas H Subhan.

Sehingga sangat pas bagi pasangan yang ingin bisa merasakan sensasi seolah anda saat menikah. Sementara yang masih Bujang atau Dara, bolehlah bermimpi.

"Semoga yang belum menikah naik dipelaminan ini dan berselfie bisa segera menikah," ujar H Subhan dengan senyum.

Di sebelah kanan pelamin beragam karya asal Sambas dipamerkan. Mulai produk makanan hingga kerajinan tangan seperti kain tenun songket khas Sambas.

Beralih ke sebelah kiri. Ada lemari kayu beetalase kaca bagian depan dengan rak tiga tingkat. Di tingkat pertama ada Al Quran tulis tangan yang ditulis oleh para raja dan ulama ulama Sambas berusia dan berusia lebih dari 200 tahun. Ditingkat kedua ada Al-Quran berukuran besar hingga mini bahkan ada yang bertintakan emas. Dimana Al Quran ini diantaranya didatangkan dari Kota Mekkah, tempat Kabah kiblat umat Islam.

"Melayu itu identik dengan Islam, Islam itu kitabnya Al-quran makanya sangat berkaitan," ujarnya.

Sedangkan di rak bagian bawah ada Pedang Mogol yang merupakan pedang kecintaan maha raja Imam Kesultanan Sambas.

Dengan khazanah budaya Sambas ini, stand ini ingin mengajak pengunjung mengetahui sejarah melayu lebih dalam. Stand ini menyajikan edukasi masyarakat terkait sejarah dan kejayaan Melayu.

Karena sejak dulu, Melayu itu hebat hingga pernah mendirikan pusat pemerintahan sendiri seperti di Kesultanan Sambas. H Subhan ingin generasi muda tak sekedar tahu namun paham alur sejarah kesultanan Sambas. Sehingga sejarah menjadi cermin besar bagi menatap masa depan.

Untuk memeriahkan lagi kunjungan ke stand ini, MABM Sambas akan mengajak artis film Mak Kelapon ke stand pada malam puncak penutupan FSBM XI pada hari Minggu (23/10).

Di luar itu, Shinta Maryani, dan rombongan berharap acara hiburan yang mendidik seperti ini terus dilanjutkan berkala. Cuma masalahnya, hanya ada di FSBM. Sementara, FSBM kan tidak tiap tahun.

‘’Saya datang dengan keluarga. Mau melihat-lihat dan ternyata anak-anak juga senang,’’ ujar ibu tiga orang anak yang datang dari Pemangkat ini. Dia mengaku sudah berkeliling di pameran tersebut,’’ ujar perempuan 37 tahun ini. (*)

 

Berita Terkait