Pahlawan Tanpa Jasa Hanya Dipandang Sebelah Mata

Pahlawan Tanpa Jasa Hanya Dipandang Sebelah Mata

  Senin, 1 Agustus 2016 09:19   546

Oleh: Romadhan Own

PERKEMBANGAN zaman saat ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan negara yang lebih maju. Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan berpengaruh pada kemajuan di berbagai bidang. Untuk mengusahakan pendidikan yang berkualitas, pemerintah perlu melakukan perataan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesia agar mampu berperan serta dalam memajukan kehidupan bangsa. Guru sangat berperan penting terhadap majunya pendidikan di Indonesia bahkan di dunia.

Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, banyak persiapan yang harus kita lakukan, bukan hanya sekedar mengajar di dalam kelas kita juga harus membuat sebuah perangkat pembelajaran dan harus bisa menguasai maksud dari materi yang akan disampaikan, tidak semua orang mampu melakukannya. Mental yang diciptakan haruslah mental baja, mental yang mampu untuk manahan beberapa cobaan yang datang, baik dari siswa bahkan dari orang tua siswapun terkadang memberikan sebuah cobaan. Hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah ketika kita menahan sebuah rasa emosi melihat tingkah laku siswa yang terkadang menjengkelkan. 

Terkadang ada banyak tuntutan yang diberikan kepada guru, akan tetapi masalah kesejahteraan tidak pernah untuk diperhatikan oleh pemerintah. Biaya pendidikan yang di keluarkan untuk menjadi seorang guru pada saat di bangku kuliahan tidaklah sedikit, akan tetapi gaji yang didapatkan ketika menjadi seorang guru tenaga honorer biasanya hanya dihargai dengan sebotol minuman Marjan.  Masalah pekerjaan antara guru yang sudah PNS dengan guru yang honorer kurang lebih bahkan ada tenaga honorer yang jam mengajarnya bahkan di atas 24 jam per minggu. 

Tanpa sosok seorang guru mungkin kita semua tidak ada apa-apanya. Bahkan para pemimpin yang ada di dunia ini pun mereka takkan mampu mencapai kejayaannya tanpa duduk di bangku pendidikan. 

penulis: pemerhati pendidikan