Pahlawan Masa Kini

Pahlawan Masa Kini

  Senin, 9 November 2015 09:06

Berita Terkait

DULU, sebelum negeri ini merdeka, orang berjuang untuk bangsa Indonesia dengan angkat senjata. Bahu membahu menyusun strategi perang. Gerilya siang malam dengan pertaruhan nyawa. Tidak satu dua, ribuan jiwa gugur di medan perang untuk mempertahankan setiap jengkal tanah demi keutuhan bangsa. Ada pula yang berjuang lewat jalan diplomasi. Sebut saja tokoh-tokoh nasional seperti Ir. Soekarno, Hatta dan Sutan Sjahrir. Mereka mati-matian putar otak untuk membebaskan negeri dari cengkeraman penjajah. Itu dulu. Sekarang? Pahlawan bukan lagi seseorang yang mengangkat bambu runcing atau menyusun strategi perang. Pahlawan juga bukan orang yang berdebat sengit dengan Belanda atau Jepang. Siapa sih, yang layak disebut “Pahlawan Masa Kini”? Mungkin orang-orang keren ini bisa juga kita teladani.

1. Atlet dan Seniman

Setiap tahunnya, pagelaran olahraga dan seni budaya dipertandingkan baik skala nasional maupun internasional. Sebut saja atlet bulutangkis Indonesia seperti Rudy Hartono, Haryanto Arbi yang tenar dengan julukan “smash 100 watt”, Lim Swie king dan Taufik Hidayat. Sangat bangga ketika masyarakat Indonesia menyaksikan mereka bertanding di layar kaca, lalu bendera kemenangan dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya. Cabang seni juga merupakan ajang untuk mengumandangkan kedigdayaan Indonesia diluar negeri. Komposer Erwin Gutawa, Purwacaraka dan Addie MS tak kalah hebat dengan Beethoven atau Mozart. Karya seni sastra seperti Supernova karangan novelis Dewi Lestari bahkan telah dicetak pula dalam versi bahasa inggris.

2. Pengembang Teknologi

Konstruksi negara Indonesia sangat didukung dengan peran para pengembang teknologi. Sebut saja B.J Habibie dengan besutannya Boeing-777, pesawat N-250 yang sempat terbang di langit Indonesia sebagai simbol kejayaan dirgantara. Pesawat buatan Habibie R-80 sedang dirancang dan dikabarkan akan diterbangkan pada tahun 2016 atau 2017 nanti. Ada juga Prof Sedijatmo yang menemukan Pondasi Cakar Ayam untuk mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta. Dikutip dari berita di bolejuga.com, penemuan ini telah dipatenkan dan sudah diterapkan di negara lain seperti Jerman, AS, Perancis, Inggris, Italia, Kanada dan Belanda.

Guru

Peran guru tidak lepas untuk mencetak generasi mendatang yang berkualitas. Guru, dengan dedikasinya dalam mengajar sering disebut-sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebut saja guru-guru yang menjadi delegasi Indonesia Mengajar, sebuah program yang dibesut Anies Baswedan. Indonesia Mengajar menjadi cakrawala baru dunia pendidikan di pelosok terpencil Indonesia. Adapula Ibu Guru Kembar Sri Rossyati dan Sri Irianingsih yang populer dengan Sekolah Darurat Kartini untuk anak jalanan yang telah menghadirkan harapan baru bagi mereka yang terancam putus sekolah. (*/int)

 

Berita Terkait