Pahami Strategi Menjual Langsat

Pahami Strategi Menjual Langsat

  Sabtu, 19 December 2015 07:21
STRATEGI : Tak hanya asal menjual buah, ternyata dibutuhkan strategi agar dagangan dilirik oleh pembeli yang meramaikan lapaknya. FOTO-FOTO: MARSITA

Berita Terkait

 
PONTIANAK – Berdagang buah-buahan, khususnya yang datangnya musiman, ternyata diperlukan strategi tersendiri. Seperti diungkapkan oleh Wing Maret Wasington yang sudah belasan tahun menggeluti dagang buah musiman.

Tak hanya buah langsat saja, ia juga menjadi peraeh (pembeli) durian ke daerah hulu. Hanya saja untuk tahun ini, dia memilih berjualan langsat. “Jualan buah ini harus fokus satu, durian saja atau langsat saja. Tahun ini saya langsat, sebab kalau durian harus ambil langsung ke hulu. Kalau langsat ini khan diantar langsung dari Punggur,” papar dia yang berjualan di Kawasan Jenderal Urip itu.

Bila tak lagi musim buah, Wing Maret bekerja sebagai penjual kue. “Setiap tahunnya itu saya selalu manfaatkan musim buah untuk mendapatkan keuntungan. Apalagi khan pemilik kebun sudah percaya dengan saya, jadi mudah untuk menjalankan bisnis ini,” jelasnya yang mengaku pendapatannya cukup lumayan, terutama memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tak banyak kesulitan berjualan langsat. Namun kata dia, musim hujan dan angin kencang menjadi kendala sendiri dalam berjualan. Soal tempat, kawasan ini memang diizinkan untuk berjualan selama musim buah tiba. “Saya berjualan itu dari pagi sampai jam 12 malam. Dibantu sama pekerja satu orang,” jelasnya.
Buah langsat tidak tahan lama Kalau sudah berubah warnanya tak lagi segar, maka kata Wing pedagang harus pandai mengolah harga. “Buah baru harganya normal. Tetapi kalau sudah beberapa hari dijual obral. Tadinya dua kilo 25 ribu, bisa tinggal 10 ribu sekilo,” terangnya. Berdagang langsat memiliki teknik tersendiri. Dia menuturkan, menyimpan buah langsat ke atas meja tidaklah sembarang. “Untuk menarik animo masyarakat, buah yang ada di meja juga harus disusun. Ada teknik gunung, ada bukit. Biasanya para pedagang memahami ini. Kita tidak bisa mengeluarkan buah dari keranjang ke meja, tetapi juga tidak bisa membiarkan meja menjadi kosong,” bebernya.
Tahun ini, kata dia penjualan buah langsat terbilang cukup baik dibanding tahun lalu. “Tahun ini pembeli cukup banyak, dibanding tahun lalu. Mungkin karena buah langsat ini keluarnya bertahap. Kalau tahun lalu itu khan serempak. Jadi harga pun lebih murah,” jelasnya.  Sama halnya dengan Lie San Tong, Wing Maret juga mengaku bila buah sudah di pajak sejak masih di pohon,  maka keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar. Tetapi jika harga anjlok, pemajak juga bisa merugi. “Kalau beli langsung saat sudah dipanen, untungnya kecil tetapi bisa langsung memprediksi keuntungan,” tandasnya. (mrd)

 

Berita Terkait