Pagelaran Seni Budaya BNN 2016, Pesan Anti Narkoba Melalui Kesenian

Pagelaran Seni Budaya BNN 2016, Pesan Anti Narkoba Melalui Kesenian

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:42
SENI BUDAYA: Kepala BNN, AKBP AH Daulay bersama Sekda, Kapolres dan Ketua DPRD Mempawah dalam acara pagelaran seni budaya BNN. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

​SUNGAI PINYUH-Pagelaran Seni Budaya yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mempawah sukses menarik perhatian masyarakat. Sedikitnya ribuan warga menyaksikan pementasan beragam atraksi seni yang dipusatkan di Terminal Bus Sungai Pinyuh pada Jumat (30/9) malam, kemarin.

Pagelaran Seni Budaya BNN Kabupaten Mempawah kali ini menampilkan sejumlah atraksi kesenian. Diantaranya, paduan suara, tarian daerah dan teater serta tampilan musik etnik. Kesemuanya itu dibawakan secara apik oleh pelajar SMP dan SMA di Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kepala BNN Kabupaten Mempawah, AKBP H Abdul Haris Daulay, SH, menerangkan, Pargelaran Seni Budaya tersebut merupakan rangkaian dari program kerja BNN pada tahun anggaran 2016. Tujuan dari kegiatan itu, untuk penyebaran informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kalangan masyarakat. Sekaligus ajang kreativitas masyarakat yang hidup dengan sehat tanpa narkotika.

 “Dalam pelaksanaan program P4GN, selama ini telah dimaksimalkan melalui kegiatan seminar, workshop, forum group discussion (FGD) dengan sasaran lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja, serta dialog interakhir nelalui radio lokal di Mempawah,” papar Daulay.

Disamping upaya antisipasi, Daulay mengatakan, pihaknya senantiasa mengedepankan sikap humanis terhadap para korban penyalahgunaan narkotika. Mereka terjebak dalam lembah penggunaan barang haram itu di rehabilitasi melalui sistem rawat jalan dan rawat inap pada instansi pemerintah.

 “Para korban narkotika ini dirujuk di rumah sakit maupun puskesmas yang telah ditunjuk pemerintah. Mudah-mudahan, kedepan tidak ada lagi masyarakat kita khususnya para generasi muda yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba,” harapnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Mempawah, Drs. H. Mochrizal menilai, permasalahan narkotika di Indonesia telah memasuki fase darurat. Hal itu dilihat dari jumlah kasus korban penyalahgunaan narkotika yang telah mencapai lebih dari 4 juta jiwa.

 “Mereka bukan hanya dari kalangan dewasa, namun juga remaja bahkan anak-anak. Narkoba ini tidak hanya meracuni masyarakat berpendidikan rendah, melainkan juga menyasar pada kaum intelektual,” ungkapnya.

Makanya, Mochrizal menyebut perlu penanganan yang cepat dan tepat dalam setiap kasus narkotika di masyarakat. Termasuk pula keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar berperan aktif membantu pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

 “Ada tiga hal yang patut menjadi perhatian bersama dalam penanganan kondidi darurat narkotika. Yaitu rehabilitasi kepada pengguna narkoba, pemberian hukum yang setimpal termasuk hukuman mati kepada penjahat narkotika, serta pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui keluarga,” tegasnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait