Pagar PDAM Sepanjang 100 Meter Roboh

Pagar PDAM Sepanjang 100 Meter Roboh

  Kamis, 31 March 2016 09:20
ROBOH: Beberapa orang sedang melihat-lihat pagar milik PDAM Ketapang yang roboh. Robohnya fasilitas milik BUMD tersebut diketahui beberapa hari lalu. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Pagar sepanjang sekitar 100 meter milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang, yang terletak di Kecamatan Benua Kayong, roboh beberapa hari lalu. Pagar yang terbuat dari beton tersebut diduga roboh karena pondasi pagar yang tidak kokoh. Alhasil, pagar setinggi sekitar 2 meter itu pun tumbang.

Pagar yang memiliki total panjang 300 meter tersebut dibangun oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat. Mereka menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  tahun 2014. Selain tumbang, sebagian pagar lainnya juga terlihat retak.

Sekretaris Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Ketapang, Pusar, menilai ada kelalaian dalam pengerjaan pagar tersebut. Bahkan, dia yakin jika pekerjaannya dilakukan asal jadi. "Pembangunannya menghabiskan dana miliaran rupiah, tapi hasilnya tidak memuaskan," katanya, kemarin (29/3).

Ia sendiri sudah melihat kondisi bangunan secara langsung. Menurutnya, ada kesalahan pada pembangunan pondasi, sehingga menyebabkan pagar tersebut roboh. "Belum lama selesai dibangun, sekitar tahun 2015 kemarin, tapi dari kualitas bangunannya memang kurang," jelasnya.

Dia mengendus, indikasi pengerjaan proyek asal jadi tersebut tidak hanya terlihat dari robohnya pagar sepanjang puluhan meter tersebut, tetapi juga terlihat dari mulai miringnya pagar yang masih berdiri. Ia memprediksi, jika tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin seluruh pagar tersebut akan roboh.

Ia juga melihat slop penutup pagar beton ternyata hanya menggunakan satu batang besi induk, sehingga membuat pagar tersebut mudah roboh. "Kita harap pihak berwenang dapat mengusut dan menindaklanjuti pengerjaan proyek yang terlihat asal jadi ini. Dana miliaran tapi hasilnya seperti ini," ungkapnya.

Direktur PDAM Ketapang, M Taufik, saat dikonfirmasi mengaku baru mengetahui hal tersebut. Ia pun berjanji akan langsung mengecek ke lokasi dan menindaklujutinya. "Kita baru tahu. Kita akan turun ke lapangan," janjinya.

Terkait apakah bangunan pagar yang roboh tersebut akan dibangun lagi atau dibiarkan, Taufik, tidak bisa berkomentar. (afi)

Berita Terkait