Paduan Suara Gli Angeli Cantano, Malaikat yang Bernyanyi

Paduan Suara Gli Angeli Cantano, Malaikat yang Bernyanyi

  Kamis, 28 July 2016 09:30

Berita Terkait

Mengkordinir banyak suara menjadi sebuah harmonisasi yang apik bukanlah hal yang mudah. Belum lagi ditambah dengan banyaknya perbedaan latar belakang. Ada yang mahir membaca not, ada pula yang belum. Ada yang suaranya sudah terbentuk bagus, ada yang masih standar. Ada yang tempramen, ada pula yang sabar. Tantangan inilah yang justru mejadi daya tarik bagi Stefanus B Soeryamassoeka untuk terus membina paduan suara Gli Angeli Cantano.

Paduan suara yang berdiri sejak 29 Oktober 2010 ini sudah diikuti oleh puluhan anak muda yang sebagian besarnya adalah mahasiswa dan pelajar di kota Pontianak. Paduan suara Gli Angeli Cantano atau yang berarti “malaikat yang bernyanyi” ini sudah mengoleksi banyak prestasi seperti juara 1 VG Seleksi Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Kalimantan Barat 2011 mewakili Kalimantan Barat, dikirim sebagai perwakilan untuk mengikuti lomba VG Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional di Mataram pada tahun 2012,  sebagian anggota (28 orang) lolos audisi  bergabung dengan paduan suara Qui Bene Cantat Untan untuk mewakili Kalimantan Barat dalam PESPARAWI Mahasiswa Tingkat Nasional pada Oktober 2012 di Ambon dan berhasil  membawa 2 medali emas dan 1 perak disana, juara 1 Lomba Paduan Suara HUT PDIP ke 43 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2016 dan masih banyak lagi. Wow!

Jadi nggak heran ya kalau padus Gli Angeli Cantano sering diundang sebagai bintang tamu dalam acara keagamaan maupun kebudayaan di Pontianak. Tentunya prestasi-prestasi tersebut tidak lepas dari usaha dan ketekunan setiap personel padus Gli Angeli Cantano. Selain latihan rutin yang diadakan setiap hari Selasa dan Kamis, menurut pembina, Stefanus B Soeryamassoeka, atau yang kerap disapa Pak Beben ini kunci utama penampilan yang apik dalam paduan suara adalah permainan ekspresi. “Setelah harmonisasi, olah vokal, dan tempo, ekspresi juga sangat penting. Ekspresi harus disesuaikan dengan lagu yang hendak dibawakan. Kalau lagunya sedih maka ekspresi kita juga harus di-setting sedih, begitu pula untuk lagu-lagu yang bersemangat tentu ekspresi kita juga harus terlihat bersemangat,” ungkap Pak Beben. 

By the way, bulan Juni kemarin paduan suara yang diketuai oleh Stella Destionola Olla Tarigas ini berhasil membawa pulang piala, trophy dan uang tunai sebesar 20 juta lho! Hadiah ini diperoleh dari perlombaan paduan suara tingkat nasional yang diadakan oleh DPC PDIP dalam rangka HUT PDIP ke-43. Membawakan lagu khas daerah “Cik-Cik Periok” sukses mengantarkan mereka meraih 6 besar dari 23 peserta yang berasal dari berbagai provinsi. Meskipun bukan juara pertama, mereka sudah bersyukur dan sama sekali tidak menyangka mendapatkan kesempatan tersebut jika mengingat waktu latihan menjelang lomba sangat singkat.

Gimana guys? Tertarik bergabung di paduan suara? Nggak hanya pengalaman dan prestasi loh yang bisa kamu peroleh tapi juga akan dapat ilmu disiplin. (dee)

Berita Terkait