Pabrik Karet Terbakar

Pabrik Karet Terbakar

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Kebakaran hebat meluluhlantakan pabrik karet PT. Star Rubber, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (12/10) malam. Akibat insiden tersebut, pihak perusahaan mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Menurut informasi yang dihimpun Pontianak Post, kebakaran hebat tersebut terjadi sekitar pukul 20.00, para karyawan bagian produksi sedang melakukan aktivitasnya. 

Belum diketahui secara jelas apa penyebab kebakaran tersebut. Namun berdasarkan informasi, kebakaran terjadi akibat adanya hubungan arus pendek di lantai bagian pengeringan karet. Percikan api yang ditimbulkan kemudian menyambar karet kering dan menjalar hingga meratakan pabrik.

Pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kebakaran berhasil memadamkan api setelah beberapa jam kemudian.

Pimpinan Umum Star Rubber Syarif Machmud Alkadrie membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menimpa pabrik karet tersebut. Menurutnya, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00. Pada saat itu ada sekitar 50 karyawannya sedang bekerja. Namun beruntung, kebakaran hebat yang meluluhlantakan pabrik karet itu tidak menelan korban jiwa.

"Tadi malam pukul 20.00. Kemungkinan karena terjadi korsleting listrik di lantai 4. Di bagian pengeringan karet dan menyambar di bagian produksi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya ada beberapa karyawan yang terluka karena pecahan kaca," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kalbar ini.

Selain membakar bagian produksi karet, sekitar 6.000 ton karet kering (setengah jadi) turut serta terbakar.

"Semuanya habis. Kalau dihitung kerugiannya, untuk karetnya saja mencapai Rp60 miliar. Belum bangunan untuk produksi dan mesin. Kemungkinan mencapai Rp100 miliar lebih," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya masih bersyukur, karena api tidak melumat bagian kantor induk, di situ terdapat banyak berkas dan dokumen penting.

"Untuk kantor induk alhamdulillah tidak ikut terbakar. Di situ banyak dokumen penting. Sudah kami amankan," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, pabrik karet yang memiliki ikatan kontrak dengan Michelin, pabrik ban asal Jerman ini harus menghentikan sementara proses produksinya.

"Untuk sementara kami hentikan produksi sampai semuanya beres. Tapi tetap akan kita kebut, karena kami masih ada ikatan kontrak dengan Michelin, Jerman," paparnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat juga melanda gudang plastik di Jalan Adisucipto, Pontianak Tenggara, Rabu (12/10) pagi. Gudang plastik yang berdekatan dengan pangkalan kayu tak dapat diselamatkan. Barang di dalam gudang yang mudah terbakar membuat kobakaran api cepat membesar. Tak hanya gudang, kurang lebih empat unit mobil yang berada di lokasi juga ikut terbakar. 

Belasan mobil pemadam kebakaran yang datang pun langsung berusaha menjinakan api. Air dari sungai yang ada disekitar lokasi pun digunakan dan disemprotkan ke bangunan yang terbuat dari kayu. 

Namun, upaya itu tak membuahkan hasil, api sudah lebih cepat menghanguskan bangunan beserta isinya. Meski demikian, petugas terus berusaha menjinakan api agar tak merambat ke bangunan yang berdekatan. Lebih satu jam proses pemadaman berlangsung hingga api benar-benar padam. (arf) 

Berita Terkait