Pabrik CPO Tanpa Kebun Pertama Kali

Pabrik CPO Tanpa Kebun Pertama Kali

  Rabu, 18 May 2016 10:08
AKET: Chairman PT SBW Adhitya Soenjoto menjelaskan kepada Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis dan Panglima Kodam XII/Tpr Mayjen TNI Agung Risdhianto perihal pabrik kepala sawit tanpa kebun. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Komoditas kelapa sawit adalah salah satu tumpuan hidup sebagian masyarakat Kalimantan Barat. Sebanyak 40-an persen kebun sawit di provinsi ini dimiliki oleh petani independen atau swadaya. Sementara sisanya adalah milik perusahaan perkebunan raksasa. Selama ini para petani menjual hasil kebunnya kepada pabrik CPO milik perusahaan. Namun kini mereka memiliki alternatif lain. Harga jual pun kiat bersaing.

Aristono, Bengkayang

PT Sentosa Bumi Wijaya, anak perusahaan dari PT. Dharma Agung Wijaya (DAW Group) menggelar peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 60 ton per jam di Ledo, Bengkayang, Kalimantan Barat pada Senin (16/5). PKS dengan output CPO ini merupakan pabrik kelapa sawit tanpa kebun pertama di Kalbar yang didirikan dengan bermitra jangka panjang dengan para petani sawit independen. Peresmian ini dihadiri oleh Chairman DAW Group Sudhamek, Chairman SBW Adhitya Soenjoto, Gubernur Kalbar Cornelis, Panglima Kodam XII/Tpr Mayjen Agung Risdhianto, serta jajaran muspida dan muspika lainnya.

Dalam proses bisnisnya, PT. SBW bermitra dengan mayoritas petani sawit independen yang berada di Kabupaten Bengkayang yang memiliki total luasan lahan sawit hingga 12.000 Ha. PKS dengan kapasitas 60 ton/jam ini praktis mampu menyerap seluruh tandan buah segar (TBS) petani sawit independen di Kabupaten Bengkayang dan juga menyerap lebih dari 60% pekerja lokal, sehingga dapat membantu menumbuhkembangkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami melihat adanya potensi di Kabupaten Bengkayang, sebagai salah satu Kabupaten dengan luasan lahan sawit petani independen terbesar di Kalimantan Barat. Rasio supply demand TBS masih belum seimbang, sehingga khususnya di saat musim panen banyak TBS milik petani sawit independen yang tidak dapat terserap oleh PKS-PKS yang ada. Hal ini merupakan masalah, yang seringkali TBS petani dibeli dengan harga jauh di bawah market price," ujar Adhitya Soenjoto.

Menurut dia, dengan adanya pola kemitraan jangka panjang antara PT SBW dengan petani sawit independen, diharapkan dapat menyelesaikan masalah klasik, dimana TBS petani tidak dapat diserap dengan baik khususnya pada saat musim panen raya. "Pola kemitraan ini bukan hanya bersifat transaksional jual beli TBS saja, tetapi juga salah satunya berupa penyuluhan-penyuluhan secara aktif dari PT. SBW ke petani-petani mengenai teknis berkebun yang baik, baik dari segi teknis agronomi maupun hukum. Sehingga diharapkan produktivitas lahan para petani sawit independen tersebut dapat meningkat, dan dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan petani dan keluarganya," ungkap dia.

Dilansir dari data statistik yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan pada Desember 2014, total luas areal perkebunan kelapa sawit nasional sebesar 11.4 juta Ha, 51% atau sekitar 5.9 juta Ha dimiliki oleh perusahaan-perusahaan swasta, 41% diantaranya atau sekitar 4.7 juta Ha dimiliki oleh petani sawit independen, sisanya yakni 7% atau sekitar 700 ribu Ha dimiliki oleh perusahaan negara.

"Pabrik kelapa sawit ini merupakan pabrik kelapa sawit tanpa kebun pertama di Kabupaten Bengkayang, di mana pendiriannya selaras dengan Permentan 98/2013. Keberadaannya menjadi salah satu solusi dalam penyerapan TBS yang dihasilkan oleh para petani sawit independen di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya,‘" ujar Gubernur Cornelis.

Dia berharap terjadi sinergi antara perusahaan dengan para petani sawit independen, dapat membantu mempercepat perkembangan perekonomian daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai informasi, PT Sentosa Bumi Wijaya merupakan salah satu anak perusahaan Dharma Agung Wijaya (DAW Group) yang bergerak dalam bidang pengolahan buah kelapa sawit. Dharma Agung Wijaya (DAW Group) merupakan  holding company yang fokus pada pengembangan usaha di industri sawit dan energi terbarukan.

Dalam road map jangka menengah, DAW Group akan berekspansi dengan membangun beberapa PKS dengan kapasitas total sebesar 330 ton/jam, Pembangkit listrik energi terbarukan dengan dengan total kapasitas sebesar 50 MW dan akan terus membangun existing 20.000 Ha landbankkebun Kelapa sawitnya, serta menambahlandbank kebun kelapa sawit dengan strategi organik maupun non-organik. (**)

Berita Terkait