OSO Sambangi Penangkaran Arwana Terbesar

OSO Sambangi Penangkaran Arwana Terbesar

  Sabtu, 14 May 2016 14:24
SAMBANGI PENANGKARAN: Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta Odang saat meninjau lokasi penangkaran ikan arwana milik Agus Setiawan, di Desa Jaras, Kecamatan Putussibau Selatan. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Ikan arwana merupakan ikan endemik asli Kapuas Hulu. Ada ratusan, bahkan ribuan tempat penangkar ikan yang disebut-sebut sebagai pembawa hoki ini, dan tersebar di 23 kecamatan. Tapi, tempat penangkaran arwana tebesar di Kapuas Hulu berada Desa Jaras, Kecamatan Putussibau Selatan, milik Agus Setiawan. Penangkaran tersebut bahkan sempat dikunjungi Oesman Sapta Odang (OSO), wakil Ketua MPR-RI, Kamis (12/5) lalu, saat bertandang ke kabupaten ini.

Sebenarnya, tidak hanya OSO yang tertarik menyambangi kolam/penangkar ikan arwana super red milik Agus ini. Beberapa tokoh mulai dari petinggi Polri dan TNI, juga pernah datang ke sana. Demikian juga dengan sejumah anggota DPR-RI.

Tahun lalu, Nila Djuwita F Moeloek, menteri Kesehatan RI, juga menyempatkan waktu berkunjung ke kolam Agus. Saat ini, Pemkab Kapuas Hulu pun tengah berupaya untuk mematenkan ikan arwana asli endemik Kapuas Hulu ini.

Tertariknya seluruh pejabat di negeri ini, baik para politisi maupun petinggi TNI dan Polri mendatangi lokasi penangkaran ikan arwana ini sangat beralasan. Karena ini merupakan lokasi penangkaran ikan terbesar dan terbaik. Sebagai pengusaha penangkar ikan arwana, Agus Setiawan mengaku sangat mendukung langkah pematenan arwana yang direncanakan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu tersebut.

Agus mengungkapkan jika dirinya sudah lama mendengar wacana pematenan ikan arwana ini. Secara pribadi dia sangat mendukung upaya tersebut. “Tentu kami sangat mendukung upaya pemkab mematenkan ikan arwana,” terang Agus saat menyambut kunjungan OSO ke kediamannya di Jaras, Kamis (13/5) lalu.

Dikatakannya, arwana memang jadi prospek usaha yang menjanjikan untuk masyarakat Kapuas Hulu. Menurut dia, tidak semua tempat dapat digunakan untuk mengembangbiakkan ikan arwana dengan baik. Jikapun bisa hidup, dipastikan dia, tidak bisa berkembang biak dengan baik, layaknya di habitat asli di Kapuas Hulu ini. Dia juga menyebutkan untuk harga ikan arwana begitu bervariasi. Kalau kelas kontes red arwana, disebutkan dia, bisa dibanderol mencapai Rp30 juta hingga ratusan juta.

Apalagi ikan yang dihasilkan di lokasi penangkarannya mencapai ribuan ekor setiap tahunnya. Tidak hanya memiliki lokasi yang strategis dan merupakan penangkar ikan arwana terbesar, pria asal Kubu Raya ini juga dibekali dengan izin yang lengkap. Izin yang dimaksud, mulai dari penangkaran hingga penjualan. Jadi tidak mengherankan jika penangkaran milik Agus menjadi magnet tersendiri bagi pejabat yang berkunjung ke Kapuas Hulu.

Sementara itu, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Rismawati, membenarkan jika Pemkab Kapuas Hulu sedang mengupayakan pematenan ikan red arwana ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) RI. Menurut perempuan yang karib disapa Risma ini, Kemenkum-HAM telah merespons positif upaya pematenan tersebut. “Mungkin dari Kemenkum-HAM akan turun kepenangkar-penangkar,” jelasnya.

Kemenkum-HAM, menurut dia, akan mendengarkan masukan dari penangkar ikan arwana, sebagai pertimbangan upaya pematenan. Menurutnya, Kapuas Hulu perlu mematenkan arwana sebagai hak daerah. Apalagi, tak dipungkiri dia, habitat asal arwana juga di Kapuas Hulu ini. “Kami lagi usaha, supaya arwana tidak duluan diakui negara luar. Apalagi ikan arwana dari penangkar Kapuas Hulu ini banyak yang sudah diekspor,” terang Risma.

Di Kapuas Hulu, lokasi penangkaran ikan arwana terbanyak memang berada di Kecamatan Suhaid. Di kecamatan tersebut, ikan ini ditangkar secara bebas oleh masyarakat. Selain Suhaid, Kecamatan Semitau dan Silat Hilir ternyata juga banyak ditemukan penangkaran ikan arwana milik masyarakat, baik dalam kapasitas besar atau kecil-kecilan. Penangkaran ikan arwana secara keseluruhan tersebar di 23 kecamatan daerah ini. (aan)

 

Berita Terkait