OSO Buka Rahasia Kuching 20 Tahun Silam

OSO Buka Rahasia Kuching 20 Tahun Silam

  Jumat, 6 May 2016 15:27
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (ketiga kanan) saat menjadi pembicara kunci pada acara Silaturahim tokoh masyarakat Kalimantan Barat dalam rangka pembukaan Rapat Kerja Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB), Rabu (4/5) malam. FOTO: Humas MPR RI

Berita Terkait

PONTIANAK – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengingatkan ketertinggalan Indonesia dari Malaysia. Menurut Oso, sapaan Oesman Sapta, dua puluh tahu yang lalu, Kucing (Malaysia) sangat jauh dibanding Indonesia.

Namun kini kondisinya berubah. Kucing maju sangat pesat. Di sana terdapat banyak bangunan bertingkat. Jalan dan infrastruktur lainnya tersedia dengan sangat indahnya, jauh melebihi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Oesman Sapta saat menjadi pembicara kunci pada acara Silaturahim tokoh masyarakat Kalimantan Barat dalam rangka pembukaan Rapat Kerja Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) pada Rabu (4/5) malam.

Ikut hadir pada acara tersebut, Kapolda Kalbar Arif Sulistyanto dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Agung.

Menurut Oso, semua itu terjadi karena selama bertahun-tahun Indonesia membiarkan sumber dayanya dikelola secara tidak benar. Baik dijual dalam bentuk bahan mentah maupun diserahkan kepada asing untuk mengelolanya.

“Malaysia juga telah memberikan persoalan tersendiri bagi Indonesia. Tenaga kerja legal kita ada 150 ribu, sedangkan yang ilegal mencapai 300 ribu. Itu terjadi karena ulah para pengusaha mereka (Malaysia) yang menahan izin kerja sehingga tenaga kerja yang awalnya legal menjadi ilegal,” kata Oso lagi.

Karena itu, Oso berharap MABMKB bisa berkontribusi lebih banyak dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat. Majelis Adat Budaya Melayu juga harus lebih profesional dan ikut memperjuangkan kepentingan masyarakat.(Adv/fri/jpnn)

Berita Terkait