Orang Utan Makan dari Bak Sampah

Orang Utan Makan dari Bak Sampah

  Jumat, 24 November 2017 10:00

Berita Terkait

SINGKAWANG -- Unggahan foto Orang utan makan dari bak sampah heboh di media sosial. Foto tersebut diunggah salah satu Sahabat Animals Hope yang lagi berlibur di Sinka Zoo Pantai Tanjung Bajau, Singkawang, yang di posting pengguna Facebook, Abbhitta Josh Pale.

Postingan itu mengundang warga net berkomentar. Bahkan postingan itupun sudah dikirim langsung ke Direktur Konservasi dan Keragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Sudah langsung direspon Direktur Konservasi dan Keragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)," tulis Singky Soewadji dalam komentarnya. Tak hanya itu, warganet lainnya juga ada yang menuliskan komentar seolah-olah mengecam pengelola Sinka Zoo Singkawang.

"Sarana konservasi pelestarian dan pendidikan satwa kok kaya gini. Truss pendidikannya dimana...konservasinya dimana...kesejahteraan satwanya dimana...tolonglah...pihak-pihak dan dinas terkait gunakan hati nuraninya," tulis Sony Rebyek Mozard dalam komentarnya.

Sementara warga lainnya, Thalia Chaniago menuliskan komentar jika Sinka Zoo taman penyiksaan hewan.

"Pecinta hewan bersuaralah," tulisnya.

Menanggapi unggahan foto Orang utan yang menjadi perbincangan ini‎ Kepala Seksi Balai Konservasi Wilayah III Singkawang, Dani Arief Wahyudi mengatakan, tidak benar jika anak Orang utan itu sedang mencari makan di bak sampah.

"Mungkin anak Orang utan itu saat bermain didekat bak sampah, kemudian di foto dan dikira mencari makan di bak sampah," katanya, Kamis (23/11). Orang utan tersebut, tambah Arief, awalnya merupakan titipan dari masyarakat pada 7 November 2017 lalu

"Mungkin dikarenakan tidak mampu memeliharanya, kemudian warga menyerahkannya ke Sinka Zoo Singkawang pada 7 November lalu," ujarnya.

‎Saat diserahkan ke Sinka Zoo untuk dipelihara, laniut dia, kondisi Orang utan tersebut dalam kondisi sakit yakni mencret, flu dan stres. Sebenarnya, dokter menyarankan agar Orang utan tersebut harus ditangani lembaga khusus karena merupakan satwa liar.

"Dikarenakan sampai saat ini masih dalam pemulihan dari penyakit, kemungkinan minggu depan akan kita evakuasi ke Pontianak, mengingat Sinka Zoo merupakan lembaga konservasi yang umum," ujarnya.

Sehingga, Orang utan tersebut sementara dipulihkan dulu, jika sudah benar-benar pulih barulah di evakuasi ke satwa liar.‎ (har)

Berita Terkait