Optimisme di Tahun Ayam Api

Optimisme di Tahun Ayam Api

  Sabtu, 28 January 2017 09:41

Berita Terkait

PONTIANAK – Tahun Baru Imlek 2568 jatuh pada hari ini, 28 Januari 2017. Di tahun ini, ada nada optimisme yang tercuat. Bahwa situasi ekonomi akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Pontianak Andreas Acui Simanjaya menyebutkan tahun Imlek 2568 adalah tahun shio ayam dan berunsurkan api (tahun ayam api). 

Karena itu, dia menilai bisnis yang akan berjaya di tahun ayam api ini adalah industri kreatif, bisnis konstruksi, energi dan produk/jasa kesehatan. Hal ini pun didukung dengan pangsa pasar bisnis konstruksi yang masih sangat menjanjikan. 

Begitu juga untuk industri kreatif. Dia menilai pangsa pasarnya terbuka lebar. Di mana bermunculan kreativitas menciptakan stiker hingga games yang dijual secara online. Termasuk juga penciptaan karya seni seperti, lagu, puisi, animasi film dan materi iklan. 

Acui menilai tahun ini menjadi tahun yang menjanjikan optimisme untuk menjalankan rencana bisnis. Hanya saja, kata dia, dibutuhkan tim yang solid dan bisa bergerak cepat untuk perkembangan dunia bisnis. “Ini mesti diperhatikan agar mendapatkan peluang yang muncul dalam perjalanan bisnis di tahun ayam api,” kata Acui. 

Acui pun menilai peluang usaha masih sangat bagus di tahun ini. Hanya saja pelaku usaha musti jeli melihat peluang dalam berbisnis. Jika sebelumnya ada bisnis yang gagal, Acui mengingatkan agar tidak takut mencoba kembali. 

“Potensi keberhasil tahun ini sangat besar. Jadi tak ada salahnya mencoba kembali rencana bisnis yang gagal atau tertunda di masa lalu,” kata dia.

Selain itu, sambung dia, ini merupakan tahun dengan dinamika yang tinggi. Dimana perubahan bisa terjadi dengan cepat sekali. Awalnya bersikap pesimis bisa menjadi optimis. “Semuanya jika diupayakan dengan kecerdikan dan mengunakan sumber daya yang ada secara maksimal akan menghasilkan perubahan yang sangat cepat,” pungkasnya. 

Sementarta itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kalbar, Santyoso Tio mengatakan, perekonomian Kalbar berangsur terlihat mulai membaik pada tahun ini, kendati belum bangkit benar. Menurutnya harga komoditas khas Kalbar mulai menunjukkan tren kenaikan harga. “Harga CPO dan karet mulai naik harganya. Ini turut membuat ekonomi di tingkat rakyat terbantu. Sementara smelter sudah mulai ekspor. Ada sumbangan untuk angka ekspor,” jelas dia.

Namun, ekonomi Kalbar tidak terlepas dari situasi nasional dan global. Apabila ekonomi global, khususnya negara pengimpor utama membaik, maka produk Kalbar juga akan meningkat harganya. Selain itu faktor keamanan dalam negeri merupakan hal utama agar ekonomi tetab tumbuh dan stabil.

Selain itu, industri Hutan Tanam Industri (HTI) adalah salah satu sektor usaha yang akan berkembang pada tahun ini. “Tahun depan kemungkinan sektor hutan tanam industri akan menggeliat, lantaran beberapa perusahaan sudah mulai menghasilkan. Selain itu industri pengolahannya atau plywood mulai menggeliat,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan akan kayu dan barang dari kayu lumayan besar. Walaupun kayu sudah tidak dapat lagi dihasilkan dari hutan, namun Kalbar masih punya potensi. Pasalnya perusahaan HTI yang beberapa tahun lalu menanamkan investasi sudah mulai menunjukkan hasil. Selain itu perikanan. Sektor perikanan tangkap misalnya, dianggap sangat berpotensi untuk dikembangkan di perairan Kalbar. (ars)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait