Optimis Dua Emas

Optimis Dua Emas

  Sabtu, 16 April 2016 09:38
EMAS: Tim floret beregu putri Kalbar diabadikan bersama Ketua Umum KONI Kalbar Sy Machmud Alkadrie SH saat merebut emas di PON XVIII Riau tahun 2012 lalu. Di PON XIX Jawa Barat apakah floret putri masih bisa berprestasi.

Berita Terkait

PONTIANAK—Persiapan anggar Kalbar guna menghadapi PON terus dilakukan. Kendati cukup berat, namun Sunardi tetap memasang target yang terbaik. Target yang diusung pelatih anggar Kabupaten Mempawah itu adalah satu atau dua emas.

Dia masih merasa optimis target tersebut akan tercapai. “Saya masih optimis terhadap Verdiana dan kawan-kawan. Insya Allah mereka bisa memenuhi target yang dibebankan KONI Kalbar,” kata pelatih berpengalaman tersebut. 

TC yang dilakukan Pusdiklat Anggar Mempawah sudah digelar sejak beberapa bulan lalu. Beberapa atlet anggar Kalbar yang lolos PON bahkan melakukan TC di Jakarta sambil persiapan Pelatnas Sea Games. Tanggal 28 dan 29 Mei mereka juga akan mengikuti Jakarta Fencing Champhionsip. "Ini kami anggap sebagai try out kita menjelang PON XIX Jawa Barat,” ungkap dia,

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Cabang IKASI Kabupaten Mempawah Syaiful SIP Bahri via telpon kepada Pontianak Post mengatakan, kendati hanya sebatas kabupaten, namun Mempawah punya beban besar memikul tanggung jawab untuk membawa cabor anggar Kalbar bisa meraih hasil terbaik di PON XIX nanti.

Sebagaimana PON XVIII lalu di Riau, di PON XIX Jabar ini beban IKASI Kabupaten Mempawah justru lebih berat dibanding Pengprov IKASI Kalbar. Sebab, menurutnya, peta kekuatan anggar sudah semakin merata, antara seluruh daerah. “Namun kami tetap optimis dengan target yang dibebankan yakni dua emas,” ungkap dia.

Menurut Syaiful, anggar Kalbar seharusnya tidak bisa main-main menghadapi PON nanti. Sesuai intruksi Ketua Umum KONI Kalbar Sy Machmud Alkadrie dimana seluruh cabor sudah harus melaksanakan TC secara mandiri, sudah harus dilakukan sejak sekarang. Jika hanya mengandalkan persiapan PON yang hanya tiga bulan, dirinya merasa jangan untuk meraih emas, meraih perunggupun akan sangat sulit. Sebab, seluruh daerah di luar sana semuanya sudah berlomba-lomba mempersiapkan diri.

“Kami ini TC menggunakan dengan dana swadaya, seharusnya yang lain juga demikian. Jika hanya menunggu dana dari KONI semuanya akan telat dan terlambat,” ungkap dia.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan Pusdiklat Anggar Mempawah terhadap delapan atlet Mempawah dan satu atlet asal Sambas dikemas dalam pemusatan latihan secara swadaya mandiri dan terstruktur. Mulai dari teori, praktek hingga sparing partner. “Latihan tanpa ada sparing akan sangat sulit bagi sang atlet dalam mengukur kemampuan. Karena itu, sparing sangat dibutuhkan bagi rangkaian TC yang kami laksanakan hingga tujuh bulan kedepan ini,” ungkap dia. (bdi)

Berita Terkait