Optimis Capai Target, Serapan APBD

Optimis Capai Target, Serapan APBD

  Senin, 30 November 2015 10:04
BATAL DIKERJAKAN: Pengerjaan offride Jembatan Pawan V senilai Rp450 juta dipastikan tidak dapat dilaksanakan tahun ini karena tiga kali lelang, gagal menentukan pemenang. FABRIKASIKONSTRUKSIBAJA.FILES.WORDPRESS.COM

Berita Terkait

KETAPANG – Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang, Rudy, menargetkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015 sesuai target. Serapan APBD, diungkapkan dia, ditargetkan mencapai 95 persen dari total APBD 2015 yang mencapai Rp1,7 triliun.

"Target memang tidak 100 persen. Kita targetkan serapan anggaran 95 persen. Kita yakin capai target. Tahun lalu target 91 persen. Realisasi 92 persen," kata Rudy, beberapa waktu lalu.Ia menjelaskan, per-1 November 2015, realisasi anggaran mencapai 64,54 persen. "Serapan APBD per-1 November setelah perubahan 64,54 persen. Setelah perubahan APBD Rp1,942 triliun. Yang murni Rp1,7 triliun," jelas Rudy.

Ia mengungkapkan, serapan tertinggi berada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yakni 82,17 persen. Sementara yang terendah, menurut dia, berada di Dinas Pekerjaan Umum yang baru 48,22 persen. "Tapi itu per-1 November. Desember dipastikan melonjak," ungkapnya.Lebih lanjut Rudy menjelaskan, masih rendahnya realisasi serapan APBD disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, diakui dia, adalah pelelangan pekerjaan yang agak terlambat. Lelang, menurut dia, baru dimulai pada April, sementara puncaknya yakni Juni – Agustus. "Penyebabnya (adalah) keterlambatan dari SKPD. Ada yang dokumen belum siap dan sebagainya," aku dia.

Selain itu, menurut dia, masih rendahnya serapan juga disebabkan pemenang lelang tidak mengambil uang muka dari proyek pengerjaan atau tidak menggunakan termin. "Mereka justru lebih memilih meminjam di bank ketimbang mengambil uang muka. Jadi dana diambil oleh pemborong setelah pengerjaan selesai," ujarnya.Oleh karena itu, Rudy berharap akan ada lonjakan signifikan pada serapan anggaran pada November dan Desember. Pasalnya, dia menambahkan, akan terjadi pencairan dana proyek besar-besaran di dua bulan tersebut. "Bisa ratusan miliar setiap harinya dicairkan," terangnya.

Sementara itu, diungkapkan dia, ada beberapa proyek pengerjaan yang tidak bisa dilaksanakan. Disebutkan dia, pada tahun lalu ada di lokasi yang sama dan akan dilakukan pada perubahan. "Hambatan lain tidak cukup waktu kontrak. Kendala lahan juga masih ada yang belum siap. Itu di antaranya," katanya.Di tahun ini, disebutkan dia, ada tiga proyek pengerjaan yang tidak dapat dilaksanakan. Ketiga paket tersebut, menurutnya, berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Sekretariat DPRD, dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). "Di PU itu offride Jembatan Pawan V (senilai) Rp450 juta. Tiga kali lelang, tapi gagal. Di DKP itu DED, berupa pembangunan air mancur di bundaran MTs sebesar Rp195 juta. Sementara di DPRD kajian akademik dan pembuatan Raperda Inisiatif. Dananya Rp100 juta," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait