Optimis Capai Target Investasi

Optimis Capai Target Investasi

  Minggu, 29 November 2015 08:46

Berita Terkait

PONTIANAK—Realisasi investasi di Kalimantan Barat pada tahun ini dari Januari hingga September meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalbar, Sri Jumiadatin optimis target realisasi investasi di Kalbar tercapai hingga akhir 2015.

“Kami sangat optimis pada akhir 2015 target realisasi investasi nasional pun akan tercapai,” ujar Sri, kemarin.

Secara rinci ia menjelaskan hasil evaluasi menunjukkan realisasi investasi pada triwulan ketiga periode Januari hingga September mencapai Rp19,54 triliun. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Kalbar yang sebesar Rp14,89 triliun. Jika dibandingkan dengan target realisasi investasi nasional yang ditetapkan Pemerintah RI untuk Kalbar yang sebesar Rp22,7 triliun, realisasi tersebut mencapai 86,07 persen.

“Secara keseluruhan target realisasi investasi nasional tahun 2015 sebesar Rp519,5 triliun terdiri dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Rp175,8 triliun dan PMA (Penanaman Modal Asing) Rp343,7 triliun,” kata Sri.

Menurut Sri, realisasi investasi pada triwulan III tahun ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2014. Peningkatan ini mencapai 190,82 persen. Realisasi investasi pada 2014 sebesar Rp10,24 triliun.

“Realisasi PMDN Rp5,20 triliun atau meningkat 153,85 persen dari periode yang sama pada 2014 dan PMA Rp14,34 triliun atau meningkat 209,04 persen,” jelas Sri.

Sri menuturkan target realisasi investasi nasional Kalbar dihitung berdasarkan izin penanaman modal. Perizinannya diterbitkan melalui Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik (SPIPISE) pada 2010 hingga 2014. Pada periode tersebut nilai rencana investasi Kalbar tercatat Rp154,70 triliun sehingga target realisasi investasi nasional yang dibebankan kepada Kalbarsebesar Rp22,70 triliun atau mencapai 14,68 persen dari keseluruhan target nasional.

Pada kabupaten kota, realisasi investasi di Kota Pontianak hingga September sebesar 675,76 miliar, Kabupaten Landak Rp942,83 miliar, Bengkayang Rp1,44 triliun, Mempawah Rp3,19 triliun, Sambas Rp85,84 miliar, Sanggau Rp901,6 miliar, Sintang Rp845,55 miliar, Melawi Rp149,82 miliar, Kapuas Hulu Rp1,28 triliun, Ketapang Rp8,75 triliun, Sekadau Rp149,82 miliar, dan Kubu Raya Rp379,31 miliar.

“Kota Singkawang dan Kayong Utara masih belum ada realisasi tambahan,” katanya.

Ia menambahkan ada lima sektor usaha PMDN yang realisasinya cukup tinggi di Kalbar yakni perkebunan, hotel dan restoran, industri makanan, perikanan, dan industri lainnya. Jika berasarkan lokasi, lima terbesar berada di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kota Pontianak, Ketapang, dan Kubu Raya.

Pada penanaman modal asing, realisasi lima terbesar berada pada sektor perkebunan, industri logam dasar, perumahan, industri makanan, dan pertambangan. “Berdasarkan lokasi proyek, terbanyak di Ketapang, Mempawah, Melawi, Sanggau, dan Kota Pontianak,” jelas Sri. (uni)

Berita Terkait