Optimalkan Sumber Daya Alam

Optimalkan Sumber Daya Alam

  Selasa, 23 February 2016 09:24
MENUNGGU BANTUAN: Warga Perbatasan yang rumahnya dikepung banjir, menunggu bantuan. AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menanggapi serius banjir tahunan di kawasan perbatasan negara, Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Dikarenakan setiap tahun bencana banjir telah merusak pemukiman rumah penduduk dan merusak beberapa fasilitas umum milik negara. Ini dikarenakan sumber daya alam di kawasan perbatasan negara belum dioptimalkan secara maksimal."Bencana banjir telah menenggelamkan puluhan rumah penduduk. Lahan pertanian dan fasilitas umum milik negara rusak karena banjir," ucap Yushendri, warga Bengkayang, Senin (22/2).

Dia mengatakan penyebab bencana banjir karena hutan di kawasan perbatasan negara habis ditebangi. Sedangkan perkebunan kelapa sawit meningkat jumlahnya di kawasan perbatasan negara.Ia menilai bencana banjir yang melanda kawasan perbatasan negara dinilai wajar. Dikarenakan banyaknya lahan hutan berubah menjadi kawasan perkebunan kepala sawit milik perusahaan swasta diperbatasan negara, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

"Bencana banjir karena banyak pohon yang ditebangi. Akibatnya hutan semakin menipis. Daya serap air hujan setiap tahun semakin berkurang. Sedangkan penanaman pohon kembali kurang diperhatikan oleh pihak terakit," ungkap Yushendri selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Bengakayng.Ketua Bandan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkayang Ir. H. Supriadi menanggapi permasalahan bencana banjir, karena masyarakat kurang memperdulikan lingkungan. Sehingga masalah banjir selalu menjadi persoalan tahunan di kawasan perbatasan negara, wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Ia menuturkan mengatasi masalah bencana banjir diperlukan penanaman pohon kembali yang berada pada aliran sungai. Sehingga sangat dibutuhkan peran serta masyarakat dan pihak swasta untuk menjaga dan melestarikan keberadan hutan di kawasan perbatasan negara."Jangan lagi ada yang menebangi pohon di aliran sungai. Karena pohon yang berada di aliran sungai banyak manfaatnya. Salah satunya mencegah banjir," ungkap Mantan Kadis Sosial Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Bengkayang.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BPPDT) Kabupaten Bengkayang Yulius Yulianus, SH menanggapi perihatin tentang bencana banjir tahunan yang terjadi di kawasan perbatasan negara. Akibatnya akses transportasi menjadi terhambat karena banjir yang menggenani kawasan perbatasan negara, Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Yulianus menyatakan kerusakan lingkungan harus dikebalikan dengan menjaga kelestarian sumber daya alam. Dikarenakan bencana banjir disebabkan semakin menipisnya hutan yang berada di kawasan perbatasan negara antara batas wilayag Kalimantan Barat dan negara Malaysia.Dia mengharapkan penjagaan hutan dan kelestarian sumber daya alam bisa ditingkatkan. Serta membangun sumber daya manusia ramah terhadap lingkungan. Sehingga kelestarian alam yang berada di kawasan perbatasan negara bisa terjaga dengan baik.

Ia meminta pemerintah terkait, pihak swasta dan tokoh masyarakat, tokoh adat bisa bekerjasama melestarikan lingkungan. Serta melakukan pengawasan dan pengendalian sumber daya alam secara terpadu. Supaya keberadaan hutan dengan ramah lingkungan mampu mencegah bencana banjir di kawasan perbatasan negara."Normalisasi  sungai tidak perlu kita dilakukan. Saya rasa cukup dengan konsep ramah lingkungan. Yakni mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia secara terpadu. Ini akan lebih baik untuk mencegah terjadinya bencana banjir tahunan di kawasan perbatasan negara," imbunya. (irn)

Berita Terkait