Operasi Zebra 2015 Tilang 449 Kendaraan

Operasi Zebra 2015 Tilang 449 Kendaraan

  Jumat, 6 November 2015 16:40
RAZIA : petugas ketika melaksanakan kegiatan razia di Jalan GM Taufik Pasar Mempawah dalam rangka Ops Zebra Kapuas 2015. WAHYU/PONTIANAKJPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Ops Zebra Kapuas 2015 yang berlangsung sejak tanggal 22 Oktober-4 November telah berakhir. Hasilnya, Polres Pontianak mengeluarkan 449 surat tilang dan 65 surat teguran kepada para pengendara yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas. Melalui Ops tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengendara.Kapolres Pontianak, AKBP Suharjimantoro, S.Ik melalui Kasat Lantas Polres Pontianak, AKP Tri Budiyanto menerangkan pelaksanaan Ops Zebra Kapuas 2015 berjalan dengan baik dan lancar seperti yang direncanakan. Pihaknya secara intensif melakukan razia disejumlah titik yang dianggap rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Keseluruhan Ops Zebra 2015, kita mengeluarkan 449 surat tilang dan 65 surat teguran kepada para pengendara yang terjaring razia. Secara umum para pelanggar didominasi pengendara roda dua,” ungkap Tri Budiyanto, Kamis (5/11) di Mempawah.Pelanggaran yang dilakukan, sambung Kasat berkaitan dengan kelengkapan berkendara hingga kelengkapan kendaraan itu sendiri. Misalnya, pengendara yang tidak mengantongi surat-surat kendaraan seperti STNK maupun SIM, serta kelengkapan kendaraan seperti spion, helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dan lainnya.“Untuk pelanggaran yang bersifat berat, kita berikan surat tilang. Namun, bagi pelanggar yang ringan dan berjanji untuk melengkapi maka kita berikan surat teguran. Kita selalu mengedepankan tindakan persuasif dalam penindakan dilapangan,” ujarnya.

Melalui Ops Zebra Kapuas 2015 itu, Kasat Lantas berharap semakin meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan dan ketentuan dalam berlalu lintas. Sebab, kelengkapan berkendara akan menentukan kenyamanan dan keselamatan di jalan raya.“Kita ingin mendisiplinkan masyarakat untuk patuh dan taat terhadap aturan berlalu lintas. Karena, disiplin berlalu lintas hanya bisa terwujud dari kesadaran dan pola fikir masyarakat pengendara itu sendiri,” paparnya.Kedepan, dia mengingatkan para pengendara senantiasa menjaga budaya dan sikap disiplin mentaati aturan berlalul lintas. Artinya kelengkapan berkendara tidak hanya dipenuhi ketika adanya kegiatan razia saja, melainkan dapat diterapkan secara terus menerus ketika berkendara setiap harinya.“Berhati-hatilah dalam berkendara, patuhi aturan dan ketentuan rambu-rambu yang berlaku di jalan raya. Keselamatan berkendara merupakan hal utama yang harus diperhatikan masyarakat ketika di jalan raya,” serunya mengakhiri. (wah)

Berita Terkait