Operasi Pasar Elpiji Gas Melon Masyarakat Dipinta Tak Panik

Operasi Pasar Elpiji Gas Melon Masyarakat Dipinta Tak Panik

  Sabtu, 16 December 2017 00:08

Berita Terkait

PONTIANAK-Anggota DPRD Pontianak, Rino Pandriya, bersama perwakilan Pertamina ikut memantau kegiatan operasi pasar elpiji gas 3 kilogram di Gang Kelapa III, Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Jumat sore. Dari penjelasan pihak Pertamina kepadanya, tak ada pengurangan stok gas melon bersubsidi di Kota Pontianak.

"Hari ini saya ikut bersama Pertamina melaksanakan kegiatan operasi pasar elpiji gas 3 kilogram. Harga per melonnya Rp 16.5000," ungkapnya kepada Pontianak Post.

Kedatangan dia ke sana juga ingin mendengar penjelasan pihak Pertamina soal gas melon yang katanya langka. Kata dia, pihak Pertamina menjelaskan bahwa pasokan gas melon tak ada pengurangan. Jika demikian kata Politisi PKB itu, tinggal tingkatkan pengawasannya. Karena yang jadi pertanyaan saat ini ke mana gas melon lari? "Laporan masyarakat gas susah. Padahal stok gas di agen tak ada pengurangan," katanya.

Menurutnya, tindakan Pertamina membuat operasi pasar disetiap kelurahan di Kota Pontianak positif. Dengan demikian pihak Pertamina tahu persoalan di lapangan seperti apa.
Peruntukannya kata Rino tentu harus kalangan ekonomi menengah ke bawah. Oleh karenanya pemantauan agar sasaran gas melon ini tepat sasaran harus dilakukan agar semua masyarakat paham.

Di tempat sama, Ketua RT 06 RW 16, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Gang Kelapa III, menjelaskan, adanya operasi pasar gas 3 kilogram ini banyak membantu masyarakat di gang nya. "Di sini 80 persennya banyak masyarakat penghasilan rendah. Rerata banyak yang jualan," katanya.

Saat gas kosong, masyarakat di tempatnya mencari ke mana-mana. Harganyapun naik, kisaran Rp 18-Rp 19 ribu. Adanya gas ini begitu membantu masyarakat.(iza)

Berita Terkait