Ombak Tinggi, Angkutan Air Tunda Berangkat

Ombak Tinggi, Angkutan Air Tunda Berangkat

  Minggu, 14 February 2016 08:49
BADAI: Kabupaten Kayong Utara, ternyata tidak luput diserang hujan dan angin kencang serta gelombang tinggi. Untuk itu, diharapakan kepada masyarakat, terlebih yang berkerja di jalur air untuk tetap waspada. DANANG PARSETYO/Pontianak Post.

SUKADANA-Hujan lebat  dan gelombang tinggi yang melanda Negeri Bertuah,Kamis(11/2)kemarin, membuat keberangkatan speedboat jurusan Sukadana-Pontianak mengalami penundaan. Lantaran terjadinya ombak yang cukup besar sehingga membuat beberapa transportasi  air memutuskan untuk menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali membaik.

Seperti diberikatakan kemarin, Kamis(11/2), Gubernur Kalimntan Barat Cornelis telah menerbitkan surat keputusan tentang status siaga darurat penanganan bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor, yang diberlakukan dari 7 Desember 2015 hingga 30 April 2016 mendatang.

Mengeni hal ini dibenarkan oleh salah satu driver Speedboat, Nelson jika kemarin, keberangkatan speedboat memang mengalami penundaan. Dengan melihat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Penundaan ini pun, dilakukan untuk memberikan keamanan dan keselamatan  bagi para penumpang.

“Ia memang benar, kemarin kawan-kawan yang dari Sukadana menuju Pontianak keberangkatanya ditunda, yang seharusnya berangkat pagi, menjadi siang. Hal ini tentunya dengan melihat kondisi cuaca yang tidak memugkinkan. Karena jika dari Sukadana ke Pontianak, maupun sebaliknya melewati jalur laut, walau jarak yang tidak begitu jauh,”kata salah satu driver speedboat kepada wartawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara (KKU) Triyanto mengungkapkan untuk di Kayong Utara memang belakangan ini sering terjadinya hujan disertai angin kencang yang diikuti gelombang tinggi. Hal ini tentunya berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) di Pontianak.

“Kejadian kemarin itu, dapat dikatakan sebagi badai. Dengan melihat ketinggian gelombang secara cepat meninggi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga, dengan waktu yang tidak bisa diprediksi secara seketika akan kembali terjadi hal yang sama. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar dapat selalu wasapa saat menghadapi hujan disertai angin kencang,”terang Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah, Kayong Utara, saat dihubungi melalui telepon genggam, Jumat(12/2) kemarin.

Menurut Triyanto, kejadian di Kayong Utara dengan terjadinya badai, yang tidak menutup kemungkinan dikarenakan terjadinya Badai El Niono di Filipina. Sehingga untuk wilayah Kalimantan, Sumatara, dan Jawa tidak luput menerima dampak tersebut.“Terjadinya hujan dan angin kencang serta gelombang yang tinggi baik di Kayong Utara, maupun daerah lainnya tidak luput dampak terjadinya badai El Nino di Filipina,”tutupnya. (dan)