Olympiacos vs Arsenal : Arsenal Jaga Tradisi

Olympiacos vs Arsenal : Arsenal Jaga Tradisi

  Jumat, 11 December 2015 08:53

Berita Terkait

PIRAEUS – Pasca Arsenal menelan kekalahan 1-5 dari Bayern Muenchen pada matchday keempat grup F Liga Champions (5/11) lalu, pesimisme memayungi Emirates Stadium. Mulai Gooners,-sebutan fans Arsenal, pemain, dan semua ofisial Arsenal hampir putus harapan.

            Media-media Inggris pun sudah langsung menulis besar-besar kalau Arsenal tamat riwayatnya musim ini di Liga Champions. Meski masih ada dua matchday yang tersisa saat itu. Mungkin satu-satunya yang berusaha tenang saat itu hanyalah tactician Arsenal Arsene Wenger.

            Wenger yang sudah menangani Arsenal selama 19 musim tahu benar kualitas anak asuhnya. Secara histori sejak musim 2003/2004, The Gunners,- julukan Arsenal, selalu sukses melangkah ke fase knock out 16 besar.

            Berangkat dari keyakinan tersebut, Per Martesacker dkk mengejar target harus menang di dua matchday tersisa. Pada 24 November lalu, Arsenal menyikat Dinamo Zagreb 3-0 di Emirates Stadium. Untungnya Bayern Muenchen pun ‘membantu’ Arsenal dengan menghempaskan Olympiacos 4-0 di Allianz Arena.

            Nah, nasib kelolosan Arsenal ada di tangan mereka sendiri pada matchday keenam atau laga pamungkas grup F versus Olympiacos. Namun Arsenal dibayang-bayangi hasil buruk lima pertemuan terakhir dengan tim asal Yunani. Arsenal imbang sekali dan kalah empat kali.

      Dan kemarin (10/12) di Stadion Karaiskakis, bukan Olympiacos yang dibantu meraih kemenangan oleh dewa-dewa penghuni Gunung Olympus seperti dalam mitologi Yunani. Malah Arsenal yang dengan perkasa mempermak Thrylos,- julukan Olympiacos, dengan skor 3-0.

      Hero Arsenal dalam laga kemarin adalah Olivier Giroud. Penyerang kelahiran Chambery Prancis itu dengan ‘serakah’ memborong semua gol Arsenal kemarin. Gol-gol Giroud tercipta pada menit 29, 49, dan 67/penalti. 

            Sebenarnya tim yang bermarkas di London Utara itu tinggal butuh kemenangan 2-0 atas Olympiacos. Sebab kalau hanya menang satu gol, secara head to head Arsenal tidak lebih baik dari Olympiacos. Giannis Maniatis dkk menang 3-2 di Emirates Stadium (29/9) lalu.

            “Liga Champions adalah berada satu kelas lebih tinggi dibandingkan liga domestik. Dan sebagai sebuah tim, kami butuh solid untuk bisa keluar dari tekanan ini,” tutur Giroud seperti diberitakan Daily Mail kemarin.

            Berkat hattrick yang diciptakan kemarin, pemain berusia 29 tahun itu sudah sejajar dengan legenda Arsenal yang juga asal Prancis Thierry Henry. Dalam statistik yang dibeber opta, selain Giroud hanya tiga nama pemain Arsenal yang menorehkan rekor hattrick di ajang Liga Champions. Yakni Henry, Nicklas Bendtner, dan Danny Welbeck

 

            Giroud juga sudah mengkoleksi lima gol di ajang Liga Champions musim ini. Memang catatannya masih di bawah Cristiano Ronaldo (11 gol) dan Robert Lewandowski (7 gol). Tapi kalau Arsenal tak sekedar terhenti di 16 besar, Giroud bisa terus menghasilkan gol.

            “Kami menginginkan langkah sejauh mungkin di Liga Champions ini. Tidak sekedar puas lolos ke 16 besar. Target pribadi saya adalah mencapai perempat final,” ucap Giroud.

            Maklum kalau pemain yang mengawali karir bersama Grenoble itu penasaran dengan delapan besar Liga Champions. Sejak mendarat di London musim 2012/2013 silam, Giroud hanya pernah ‘mencicipi’ atmosfer 16 besar.

             Tactician Arsenal Arsene Wenger menyebut kemenangan kemarin adalah periode kelolosan terbaik yang pernah dialami. Tak dijagokan menang, malah meriam London Utara itu ‘menyalak’ dengan keras dan menghujani gawang Olympiacos dengan tiga gol.

            “Pencapaian ke 16 besar ini sungguh luar biasa. Kami kehilangan banyak pemain gara-gara cedera dalam tiga pekan terakhir. Kesolidan tim ini terbangun erat di ruang ganti,” ujar Wenger.

            Menurut analisis The Telegraph, kemenangan serta lolosnya Arsenal ini adalah sebuah upaya minta maaf Wenger atas buruknya performa timnya di Liga Champions. Bahkan kalau mau jujur, Bayern bisa saja ‘membunuh’ Arsenal dengan mengalah kepada Olympiacos di matchday kelima grup F. (dra)

Berita Terkait