Oleh : Marsita Riandini

Oleh : Marsita Riandini

  Jumat, 11 December 2015 08:14

 

Waspadai Gejala Kanker Pada Anak

 

Kanker pada anak memang berbeda dari kanker yang dijumpai pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak tidak. Itulah sebabnya orang tua harus mewaspadai secara dini gejala kanker pada anak.

Dari tahun ke tahun jumlah anak penderita kanker terus bertambah. Ada dua faktor penyebabnya, bisa karena orang tua sudah mendapatkan informasi tentang kanker anak, bisa pula karena memang secara kebetulan dia memeriksakan kondisi anaknya, dan baru terdeteksi ternyata menderita kanker. Demikian yang disampaikan oleh dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp. A (K). MHA, kepada For Her yang ditemui dalam Seminar Sehari Penyakit Tak Menular Dinkes Kalbar, Senin (7/12) di Hotel Santika Pontianak.

Kanker anak terbagi menjadi dua, ada  kanker padat ada pula kanker cair. Kanker padat dikenal pula dengan istilah tumor, sementara kanker cair merupakan kanker darah. Dari kedua kanker tersebut, kanker darah paling banyak diderita oleh anak atau dikenal dengan istiliah leukimia.  “Sampai saat ini, dari sekian banyak kanker yang ditemui pada anak, hanya ada satu jenis kanker yang dapat dideteksi secara dini, yakni kanker bola mata atau dikenal dengan istilah retinablastoma,” jelas dokter yang bertugas di RS Kanker Dharmais Jakarta ini.

Deteksi dini kanker bola mata merupakan upaya menemukan kanker pada stadium awal. Meskipun kanker jenis lain tidak bisa dideteksi secara dini, ada baiknya orang tua tetap waspada bila ada benjolan pada anaknya. Jika kanker diketahui pada stadium awal, potensi penyembuhannya semakin cepat.

Kadang kala, lanjut Edi, si anak sudah diketahui menderita kanker stadium awal. Namun orang tua belum mau melakukan tindakan pengobatan dengan berbagai pertimbangan. Tadinya bisa sembuh, malah menjadi parah. “Kadang mereka rapat keluarga dulu, sementara kanker itu khan tidak bisa menunggu. Kadang juga bawa ke alternatif lain yang juga tidak bisa menyembuhkan,” jelasnya.

Secara mikroskopis, kanker merupakan kumpulan sel yang tidak dikelilingi oleh kapsul. Akibatnya, sel-sel kanker ini dengan mudah dapat menyebar ke organ-organ tubuh lainnya di luar dari organ yang terkena. Sebagai contoh, ada anak yang terkena kanker bola mata. Secara logika awam, kanker bola mata ya di bola mata saja. Tidak ada di mana-mana. Namun, kenyataannya, sel-sel kanker yang ada di bola mata ternyata dapat menyebar ke berbagai otak dan sumsum tulang. “Inilah yang menyebabkan mengapa kanker dinyatakan sebagai suatu keganasan. Kalau sudah seperti contoh tersebut, penderita telah berada pada stadium lanjut, potensi sembuhnya akan semakin kecil,” jelasnya.

Ada orang tua yang bertanya kenapa anaknya bisa terkena kanker. Padahal dia sudah bisa menjaganya sedemian maksimal. Tidak memperbolehkan menyantap makanan yang mengandung pengawet dan lain sebagainya. Bahkan kalau kanker tidak bisa dicegah, apa gunanya orang tua mengajarkan pola hidup sehat dan makan yang sehat pada anaknya.

Menjawab hal itu, Edi mengatakan bahwa pola hidup sehat dan makan makanan yang sehat tetap harus diajarkan pada anak-anak sejak usia dini. “Memang tujuannya bukan untuk mencegah kanker yang dapat timbul pada usia anak-anak, namun untuk mencegah agar a saat anak-anak ini menginjak usia dewasa, mereka dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasanya menyerang orang dewasa,” timpalnya.

The International Union Against Cancer (UICC), lanjut dia menganjurkan para orang tua agar mengajarkan anak-anaknya untuk tidak merokok, makan dengan pola gizi seimbang, dan mengikuti program imunisasi yang berlaku di negara masing-masing. “Himbauan ini bertujuan agar saat anak menginjak usia dewasa, dapat terhindar dari kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker hati, kanker leher rahim, dan jenis kanker lain yang hanya dapat terjadi pada usia dewasa,” pungkasnya yang mengingatkan agar orang tua juga jangan menyalahkan diri sendiri ketika anaknya menderita kanker. **