Olahan Ikan Khas Melayu

Olahan Ikan Khas Melayu

  Kamis, 20 July 2017 10:00

Berita Terkait

Ikan menjadi sumber makanan yang kaya protein dan omega tiga. Selain sehat dan bergizi, ikan terasa gurih saat dimasak. Apalagi dengan berbagai bumbu olahan khas Melayu, rasanya begitu lezat. Seperti Asam Pedas dan Ikan Masak Tempoyak. Hmmm… sedapnyee!

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Siapa tak kenal masakan asam pedas khas Melayu? Cita rasanya tak perlu diragukan. Nikmat dan lezat. Sangat menggugah selera makan.

Asam pedas khas Melayu bisa menggunakan berbagai jenis ikan. Tetapi, Veny Lestari menggunakan ikan baung. Pemilik usaha Vize Catering ini memilih ikan baung karena merupakan ikan air tawar khas Pontianak. Bumbu yang digunakan sama seperti asam pedas Melayu lainnya. Hanya saja Veny memilih memilih terong asam untuk menciptakan rasa asamnya.

“Kebetulan juga terong asam ini merupakan buah khas dari Kalimantan. Tapi tak jarang, ada pula orang Pontianak yang menggunakan nanas muda,” kata Veny.

Guru ekskul boga Al-Mumtaz dan SMKN 5 Pontianak ini menggunakan terong asam untuk memberikan citarasa masakan asam pedas yang istimewa.

“Terong asam juga dapat menghilangkan bau amis dari ikan. Jangan lupa juga memperhatikan cara pengolahannya,” ujarnya.

Pada menu Ikan Masak Tempoyak, Veny memilih ikan gabus sebagai bahan utama. Ikan ini memiliki tekstur dan rasa yang sangat cocok dikombinasikan dengan rasa asam dari tempoyak ini. Rasanya pun lebih enak. Terlebih tempoyak juga termasuk makanan khas Pontianak.

Biasanya ikan baung dan gabus terkenal amis. Veny memberikan tips agar rasa amis pada ikan air tawar seperti baung dan gabus hilang. Bisa dimulai dari membersihkan insang dan isi perut, kemudian cuci hingga bersih. Lumuri bumbu pada ikan, diamkan, dan ungkep sebentar baru dimasak.

Patcri Nanas juga tak kalah nikmatnya dengan Asam Pedas Ikan Baung dan Ikan Masak Tempoyak. Olahan khas Melayu ini memiliki rasa yang berbeda, gurih nan lezat. Pengolahan patcri nanas ala Veny terasa istimewa. Ia menggunakan 12 jenis bumbu dapur yang juga jadi resep warisan keluarga.

“Penggunaan 12 jenis bumbu dapur juga demi mendapatkan citarasa yang khas dan istimewa,” ungkapnya.

Veny mantap mengembangkan usaha kuliner dengan memilih menu olahan khas Pontianak (Melayu) karena begitu mencintai tanah kelahirannya. Apalagi masakannya mudah diterima masyarakat. Tak hanya bagi orang Melayu, diterima juga oleh suku apa pun yang ada di Pontianak. **

Berita Terkait