Oknum Polwan Tabok Remaja

Oknum Polwan Tabok Remaja

  Rabu, 24 Agustus 2016 08:54

Berita Terkait

SINGKAWANG-Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan aksi arogan yang dilakukan oknum polisi wanita (Polwan) di simpang jalan Firdaus - Alianyang Singkawang terhadap remaja pengendara motor, membuat heboh di dunia maya.

 
Tercatat ribuan orang menyaksikan video yang diunggah pemilik akun Chi Bui Tho Selasa (23/8) itu. Bahkan, baru beberapa jam diposting, video itu sudah dibagikan oleh pemilik akun lainya hingga ribuan kali, atau tepatnya 2.372 kali tayang. Demikian juga sudah dikomentari ratusan pemilik akun FB dan dipastikan akan terus bertambah menyaksikannya.

Dalam video berdurasi 3 menit 7 detik itu memperlihatkan Polwan berseragam lengkap (tanpa topi) melakukan aksi tak terpuji di muka umum dengan melakukan pemukulan salah satu pengendara.

Dalam postingan itu, dituliskan sang pengunggah kejadian di Singkawang (Kalbar) pada Ahad, 21Agustus 2016. Polwan yang diketahui bernama D dan tiga temannya, memukul seorang pengendara motor, hanya masalah sepele saja.

“Kalau memang bersalah atau kurang ajar apa harus dihukum dengan cara seperti itu? Saya yang merekam video ini aja dimarahi. Gimana tindakan presiden kita tentang ini? Hukum tajam kebawah tumpul ke atas,” tulis status pengunggah.

Berbagai komentar bermunculan setelah melihat video ini. Ada yang menyayangkan aksi oknum polwan tersebut seperti ditulis Saddam Bako.

Kalo saya pribadi yg ingin saya tanyakan kenapa ada pemukulan? Sangat disayangi hal ini terjadi,” tulisnya.

Hal senada juga disampaikan pemilik akun Deri Riswandi “wah kok maen pukul. Seharusnya kan. Menenangkan, menengahi, mengayomi bukannya malah menghakimi.”

Namun juga ada yang bertanya terkait masalah yang terjadi.

“Sekian lama sy nyimak belom tw ap msalh sebenarny, ad k yg tw mslah ny tok e?,” tulis Adelardo. Ada pula yang bijak menanggapinya seperti ditulis pemilik Akun Adi Wijaya "Sebaik serahkan pada yang berwenang," tulisnya.

Sementara itu, melalui akun FB miliknya Dede Van Houten Std, menjawab bahwa tindakan yang dibuatnya bukanlah tanpa alas an. “Sy juga anak org miskin..ibu bapak sy kaki lima...sy pun ndak mau asal bertindak...tapi kalo die dah jatuh kan martabat sy depan org ramai ms sy diam???

Kejadiannya aksi polwan koboi itu, adalah saat pawai karnaval di Singkawang, saat itu polwan tersebut sedang mengatur lalu lintas, kemudian menegur salah satu pengendara motor karena tidak menggunakan helm. Saat ditegur, si pengendara yang tampak masih belia itu mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas di dengar, sehingga membuat anggota polwan tersebut meradang.

Pemilik Akun Chi Bui Tho kepada koran ini mengatakan pertama ada pawai di simpang lampu merah. Lalu polisi menghentikan sepeda motor yang pengendarannya tidak menggunakan helm.

“Disuruh ke tepi pas simpang lampu merah, kepalanya dijitak, lalu saya turun saya lihat dan bertanya ke orang-orang yang ada di lokasi kejadian, nah dari omongan si pengendara itu karena agak jauh kedengaran kasar ngomong ke polisi,” katanya.

Ia pun mengatakan sempat dibentak saat merekam aksi polwan tersebut. “Sempat dibentak saya merekam,” katanya. Namun ia juga menyangkan aksi polwan tersebut harusnya bisa diselesaikan dengan cara baik-baik bukan dengan hal yang tidak nyaman dilihat apalagi di muka umum.

Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus ini sekarang sudah ditangani Propam Polres Singkawang.

“Yang bersangkutan dalam pemeriksaan, saya akan tindak tegas anggota yang over acting, arogan dalam dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya. (har)

Berita Terkait