Oknum PNS Kemenag Ngaku Tidak Bisnis Tuak

Oknum PNS Kemenag Ngaku Tidak Bisnis Tuak

  Rabu, 9 December 2015 09:33
MABUK: Keenam pemuda yang tertangkap saat sedang mabuk di Pantai Pulau Datok, Sabtu(5/12) lalu kini sedang menjalani pembinaan di Polsek Sukadana. DANANG/PONTIANAKPOST

 
SUKADANA—Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Kabupaten Kayong Utara, Syarif Mahmud angkat bicara terkait adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) berinisial AI di Kemenag yang terbukti menjual tuak. Sebelumnya, tuak produksi AI dijual kepada pemuda yang kemudian tertangkap saat mabuk di pantai Pulau Datok, Sabtu (5/12) lalu.

Menurut Syarif Mahmud, AI telah mengakui bahwa memang dirinya yang memproduksi tuak tersebut. Sebetulnya, minuman itu dibuat hanya untuk kegiatan tertentu, sesuai dengan adat istiadat dayak.
AI sejauh ini tidak pernah menjadikan minuman tersebut sebagai ladang bisnis. Namun, saat itu  memang ada seseorang dengan wajah yang memelas datang untuk membeli tuak tersebut. Akhirnya, AI menjual sebotol tuak seharga Rp 20 ribu.

“Yang bersangkutan ini kan orang dayak, dan memang sudah menjadi tradisi mereka minum tuak pada acara-acara tertentu. Dan yang bersangkutan mengaku tidak pernah memperjualbelikan tuak tersebut. Tetapi waktu itu karena ada pemuda yang datang ingin membeli tuak dengan wajah yang memelas. Ia pun (AI) memberikan sebanyak satu botol kecil,” ungkapnya.

 Syarif mengaku sangat menyesalkan kejadian ini yang telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Apalagi peristiwa tersebut menyangkut lembaga keagamaan seperti Kemenag. Mengenai hal ini Syarif Mahmud pun telah memanggil yang bersangkutan. AI diminta membuat surat perjanjian tertulis agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. “Kita sudah adakan rapat dan memanggil yang bersangkutan. Kita minta ia membuat surat tertulis. Isinya yang bersangkutan tidak mengulangi hal itu lagi karena memperjualbelikan miras ini jelas dilarang.

Kalau untuk acara mereka (dayak) ya tidak masalah. Namun tidak boleh diperjualbelikan,” tutur Syarif Mahmud.Sementara itu, keenam pemuda yang tertangkap saat menenggak tuak di pantai pada Sabtu (5/12) lalu, kini masih menjalani pembinaan di Polsek Sukadana. Mereka mendapatkan bimbingan keagamaan seperti membaca Alquran, salat dan kegiatan lainnya. (dan)