OJK tak Sabar Ingin Garap 9 Obyek Wisata Bengkalis

OJK tak Sabar Ingin Garap 9 Obyek Wisata Bengkalis

  Rabu, 4 May 2016 12:41
FOTO: dumaipos.co

Berita Terkait

SERAYA menunggu skema pembiayaan yang masih disusun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melirik sembilan obyek wisata di Bengkalis, Riau.

"Kami siap mengimplementasikan kerjasama OJK dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk membangun fasilitas di 10 Desinasi Prioritas," kata ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad.

Menurut Muliaman, sembilan obyek wisata yang dilirik OJK adalah Pantai Pesona, Pantai Tanjung Lapin, Pantai Indah Selat Baru, Pantai Perapat Tunggal, Pantai Alohong, Pulau Payung, Pulau Babi dan Bandar Sri Laksamana.

Seluruhnya, masih menurut Muliaman, sangat potensial dan layak diperkenalkan ke dunia luar. Letaknya sangat strategis, karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Lepas Pantai Bengkali dipenuhi pulau-pulau kecil dengan pantai berpasir putih, yang dipastikan mampu memikat wisatawan mancanegara. Di beberapa pulau, bangunan tua peninggalan kolonial Belanda terawat dengan baik.

"Ada penjara yang dibangun Belanda tahun 1883," kata Muliaman. "Bangunan penjara itu terawat baik. Ini membuktikan Dinas Pariwisata Bengkalis peduli peninggalan sejarah."

Menurut Muliaman, yang diperlukan saat ini adalah peran perbankan untuk mengembangkan potensi Bengkalis. Pengembangan harus menyertakan masyarakat sekitar.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sebelumnya mengatakan PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan memberikan kredit pembangunan 10 ribu homestay dan 50 ribu toilet bersih di semua destinasi wisata.

"Masyarakat tinggal mengajukan kredit ke BTN," kata Menpar Arief Yahya. "Itu kredit lunak dan sangat murah."

Skema kreditnya sederhana. Masyarakat yang mengajukan kredit menyiapkan lahan yang clear and clean. Bank akan mengucurkan kredit pembangunan homestay sebesar Rp 150 juta, dengan uang muka satu persen.

Bunga kredit lima persen, dengan cicilan 20 tahun. Jadi, cicilan per bulan hanya Rp 800 ribu. "Saya yakin dengan omzet yang baik, cicilan sebesar itu tidak sulit," kata Arief Yahya.**

Berita Terkait