Odong-odong Eksis Diantara Permainan Modern

Odong-odong Eksis Diantara Permainan Modern

  Senin, 1 Agustus 2016 09:30
ODONG-ODONG: Wahan permainan kereta milik Ida saat melayani keceriaan bermain anak-anak. DEZIYANTY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Bagi yang tinggal di daerah komplek permukiman, tentu sering melihat kereta odong-odong berhenti menunggu datangnya anak-anak untuk bermain di wahana tersebut.  Anak-anak begitu senang naik odong-odong. Bermain dengan diiring lagu anak dari suara tape yang dipasang di kereta andong. Bahkan ada yang rela antre untuk main di wahana kecil ini. Siapa yang tak kenal kereta Odong-Odong. Meski sekarang banyak wahana permainan modern dengan seabrek teknologinya, ternyata odong-odong atau dikenal permainan kereta mobil ternyata masih sangat menjanjikan bagi penyedianya.

Oleh: Deziyanty Putri Muliani

SORE itu terlihat beberapa orang sedang menyusun dan mengatur beberapa kereta mainan di lapangan Taman Akcaya Kota Pontianak. Mereka setiap harinya sudah terbiasa menyusun wahana permainan ini mulai pukul 16.00 WIB. Dengan jitu mereka meletakan posisi kereta-kereta mainan ini agar tampak apik.

Wahana permainan ini dikelola Ida, seorang single parents yang dulunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Memikirkan nasib kedua anaknya, Ida berfikir keras bagaimana ia menghidupi kedua anaknya. Hingga Ida diajak bekerjasama menggeluti usaha permainan anak ini.

Awalnya Ida ragu untuk menjalankan bisnis ini, karena ia tak punya modal banyak. Tetapi, berkat dukungan rekan kerjanya, Wahdah, Ida pun memberanikan diri membuka bisnis permainan kereta anak ini pada akhir tahun 2013.

“Dulu saya tidak punya modal, jadi didukung dulu ibu Wahdah. Dan saya pun percaya kepada beliau untuk memulai usaha yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya,” cerita Ida ditemui, Kamis (28/7) lalu.

Berbekal keberanian Ida pun memulai usaha yang baru pertama kali ia lakukan. Awalnya ia pesimis dengan usaha ini. Apalagi melihat perkembangan wahana permainan anak yang lebih modern tersedia di pusat perbelanjaan besar. Namun karena keseriusan dan ketekunan dengan diiringi kesabaran, lama kelamaan usaha yang ia tekuni itu sudah mulai membuat dapurnya mengepul. “Alhamdulillah, dari usaha ini saya bisa memberikan penghidupan dan pendidikan yang baik kepada anak saya,” terang ibu dua anak ini dengan ramah.

Dalam menjalankan usaha ini Ida tak selalu merasakan nasib yang mujur. Ia pernah mengalami musibah dengan terbakarnya wahana permainan yang ia miliki. Terbakarnya sumber penghasilannya itu, diduganya akibat ulah orang yang tidak senang akan usaha yang sedang ia jalani.

“Saya dulu pernah terfikir untuk menambah wahana mainan baru, tetapi gagal. Karena wahana yang saya sudah ada ludes terbakar akibat ulah orang lain. Ya namanya juga bisnis, pasti ada duka ada senang,” ceritanya wanita ini sembari mengawasi odong-odong miliknya yang melayani keceriaan anak-anak bermain.

Karena musibah tersebut, membuat Ida memulai usahanya dari nol lagi. Rekannya, Wahdah juga ikut bersimpati dan kembali mengajak Ida bekerjasama. Bukan hanya dengan Wahdah, demi menambah modal usahanya, Ida pun bekerjasama dengan Bahtiar, seorang rekan bisnis yang mau merintis usaha bersamanya.

Ida menggeluti usaha ini tak hanya menetap di satu tempat, tetapi ia melakoni dengan berpindah-pindah. Tak hanya di Taman Akcaya, Ida membuka usaha yang disebutnya Wahana Permainan Fadila ini, di beberapa lokasi lainnya. Seperti di daerah Saigon, Sungai Raya Dalam, dan Siantan Pontianak Utara.

Selama tiga tahun Ida membuka usaha tersebut, Ida, akhirnya mampu mempekerjakan tiga orang menjadi karyawannya dalam membantu usaha permainan itu. (*)

Berita Terkait