Obama Puji Indonesia di Sidang PBB

Obama Puji Indonesia di Sidang PBB

  Kamis, 22 September 2016 09:30
SAMBUTAN: Obama saat memberikan sambutan pada sidang majelis umum PBB, Selasa (20/9) waktu setempat. Obama memuji Indonesia.

Berita Terkait

NEW YORK – Nama Indonesia rupanya masih sangat melekat di benak Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama. Bahkan, saat memberikan sambutan pada sidang majelis umum PBB, Selasa (20/9) waktu setempat, Obama memuji Indonesia. Dia menyebut Indonesia termasuk salah satu negara yang sukses mengembangkan demokrasi.

 
Pujian itu disampaikan Obama saat berpidato mengenai proses demokrasi dunia. Dia menerangkan tentang langkah-langkah yang telah dilakukannya untuk mengembangkan demokrasi. Menurut Obama, pengalamannya selama memimpin Amerika juga dilakukan oleh pemimpin negara-negara lain, termasuk Indonesia. Obama menyebut, Indonesia berhasil menjadi negara yang terbuka, transparan, dan demokratis. ''Lihatlah keberhasilan transformasi yang terjadi di Indonesia,'' katanya.
Menurut Obama, keterbukaan negara dan partisipasi publik di Indonesia bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Dia bahkan menyejajarkan keberhasilan Indonesia dengan Jepang, Chili, dan Botswana. Sebaliknya, Obama mengkritik negara-negara yang belum menjalankan demokrasi. Dia menyebut Ukraina yang sering diguncang aksi massa. Menurut Obama, warga Ukraina menuntut perubahan karena melihat tetangganya di Polandia dan negara-negara baltik bisa hidup lebih baik setelah menjalankan demokrasi.
Pidato Obama kemarin merupakan penampilan terakhirnya di PBB menjelang berakhirnya masa jabatan pada akhir tahun ini. Mungkin karena itu pula, dalam pidato sepanjang 46 menit tersebut, Obama banyak menyinggung tentang keberhasilan Amerika. Misalnya tentang jumlah penduduk miskin yang berkurang dari 40 persen menjadi 10 persen selama 25 tahun terakhir. Dia juga memaparkan program-program Amerika untuk membantu para pengungsi dan buruh migran. Salah satunya dengan menggalang dana dari perusahaan-perusahaan besar. Dana tersebut dialokasikan untuk membantu para pengungsi di AS.
Obama juga mengatakan bahwa Amerika adalah negara yang terbuka untuk semua orang. Dia akan memberikan akses kepada semua orang yang masuk ke Amerika secara legal.
Seusai pidato, Obama mengadakan jamuan makan siang dengan para kepala negara. Termasuk  Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang sempat berbincang akrab dengan Obama. JK mengatakan bahwa Obama terkesan dengan keberhasilan Indonesia menjalankan keterbukaan dan demokrasi. ''Dia (Obama, Red) mengakui bahwa negara yang terbuka, demokratis, dan partisipasi masyarakatnya baik, akan terus berkembang,'' katanya.
Obama memang sangat dekat dengan Indonesia. Presiden ke-44 Amerika itu pernah menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. Sebab, ibu Obama , yakni Stanley Ann Dunham, pernah menikah dengan WNI bernama Lolo Soetoro pada 1965. Waktu itu Obama masih berumur 4 tahun. Obama kecil pindah ke Indonesia pada 1967. Keluarga Obama tinggal di daerah Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Pada 1970, barulah Obama diajak kembali ke Amerika.
JK mengatakan, dirinya juga sempat menawari Obama untuk datang lagi ke Indonesia. Obama berjanji datang setelah pemilihan presiden Amerika Serikat. ''Mungkin dia kangen dengan Indonesia yang menjadi tanah air keduanya,'' seloroh JK, lantas tersenyum.
Amerika kini memang bersiap mengadakan pemilihan presiden pada 8 November ini. Obama telah menyatakan dukungannya pada capres Partai Demokrat, Hillary Clinton. Hillary diperkirakan bakal bersaing ketat dengan Capres Partai Republik, Donald Trump.
Pilpres Amerika juga dikomentari oleh JK. Menurut dia, jika Trump memenangkan pilpres, peta koalisi dunia bisa berubah. Sebab, Trump dikenal sangat anti dengan pengungsi ilegal dan komunis. Dia juga sering mengkritik negara-negara yang kini berkoalisi dengan Amerika. ''Kita tidak ingin mencampuri urusan negara lain. Tapi kalau Trump menang, peta dunia dalam hal koalisi bisa berubah,'' kata JK.
''Terutama kalau yang selama ini dikampanyekan Trump benar-benar dilaksanakan,'' lanjutnya. JK lantas membayangkan seandainya Trump terpilih menjadi presiden AS dan berbicara di forum PBB. ''Barangkali, saat pidato, semua negara dia maki,'' seloroh JK, lantas tertawa. (*/ca)

 

Berita Terkait