Obama Lirik Peran Indonesia

Obama Lirik Peran Indonesia

  Minggu, 3 April 2016 10:46
Jokowi dan Obama

Berita Terkait

WASHINGTON DC – Indonesia mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan KTT Keamanan Nuklir 2016 di Walter E Washington Convention Center, AS.  Pada hari terakhir kemarin, peran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam pengurangan bahaya penggunaan bahan nuklir dinilai bisa  mewakili komitmen negara-negara Asia Tenggara.

Penilaian semacam itu diungkapkan Presiden AS Barack Obama dalam salah satu konferensi pers jelang penutupan KTT kemarin.  Menurut Obama, upaya non-proliferasi telah mendorong seluruh wilayah di Amerika Selatan bebas dari material nuklir yang membahayakan. ”Jika Polandia dan Indonesia memenuhi komitmennya tahun ini, itu berarti Eropa Tengah dan Asia Tenggara telah mengikuti upaya serupa,” ujar Obama yang juga penggagas KTT Keamanan Nuklir itu.

Komitmen yang dimaksud Obama tentang Indonesia itu juga dijelaskan dalam pernyataan bersama kedua negara dalam KTT. Isinya, Indonesia berkomitmen untuk benar-benar bersih dari sisa uranium yang diperkaya (HEU) pada September 2016. Uranium yang diperkaya adalah komponen penting dari bahan pembangkit tenaga listrik maupun senjata nuklir. Di Indonesia, HEU dihasilkan dari limbah produksi isotop medis.

Penguatan komitmen Indonesia-AS itu merupakan kelanjutan dari pernyataan bersama Presiden Obama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2015 lalu. Jika benar-benar terealisasi, maka Indonesia akan menjadi negara ke-30, ditambah Taiwan, yang akan dinyatakan bebas HEU.  ”Ini merupakan prestasi yang sangat signifikan, karena seluruh Asia Tenggara akan bebas dari HEU,” tulis pihak Gedung Putih dalam pernyataan bersama itu.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin bahwa komitmen tersebut akan bisa dilaksanakan oleh Indonsia. Dia juga menjelaskan, Indonesia telah men-downblending HEU dari 95,25 persen hingga di bawah 20 persen (LEU, low enriched uranium). ”Kalau di bawah 20 persen itu sudah tidak bisa lagi digunakan untuk bom,” kata JK saat mengunjungi booth Industri Nuklir Indonesia di dekat media center KTT Keamanan Nuklir kemarin.

Inuki merupakan satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang industri berbasis teknologi nuklir. BMUN yang dilahirkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional Nasional (Batan) itu memproduksi radioisotop dan radiofarmaka untuk keperluan medis dan industri.

President Director Inuki Yudi Utomo Imardjoko mengatakan, pihaknya tidak hanya akan mengikuti komitmen pemerintah untuk benar-benar lepas dari LHU. Inuki juga sudah mengembangkan sumber energi thorium sebagai pengganti uranium dalam pembangunan pembangkit listrik. Satu  kilogram thorium disebut-sebut bisa menghasilkan energi yang setara dengan 300 kilogram uranium atau 3,5 juta kilogram batubara. 

Thorium juga menghasilkan limbah 90 persen  lebih sedikit dibanding uranium. ”Thorium tidak bisa dijadikan bom. Beda dengan limbah uranium yang bisa dijadikan peledak. Jadi murni untuk kepentingan energi damai,” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki cadangan Thorium yang sangat besar. Hasil penelitian Batan, di Bangka terdapat kandungan thorium mencapai 170 ribu ton. ”Kalau untuk pembangkit listrik, itu bisa menghasilkan 100 ribu megawatt dan tahan selama seribu tahun. Kami sudah bekerja sama dengan perusahaan di Amerika untuk membuat prototypenya,” terang Yudi.
Sementara itu, Presiden AS Barack Obama memanfaatkan KTT untuk menginformasikan kemajuan yang telah dicapai dalam hal upaya pengurangan senjata nuklir di dunia. Hingga saat ini, pihaknya telah membuat  260 komitmen khusus untuk meningkatkan keamanan nuklir.  Sejauh ini tiga perempat dari langkah-langkah tersebut  telah dilaksanakan. 

”Lebih dari selusin negara telah menghapus semua uranium diperkaya (HEU) dan plutonium mereka. Jumlah negara yang bekerja sama untuk mencegah penyelundupan nuklir juga terus bertambah,” ujar Obama dalam pidato pembukaan KTT kemarin.

Dia juga menyebut secara khusus sejumlah negara yang telah memenuhi komitmen  pengurangan penggunaan material nuklir. Di antaranya, Argentina dan Uzbekistan yang berhasil mengeliminasi seluruh uranium diperkaya (HEU) dari negara mereka. Obama juga mengapresiasi langkah Tiongkok yang baru-baru ini membuka lembaga untuk mengadakan pelatihan dan mempromosikan keamanan nuklir. Termasuk Jepang yang berusaha menyelesaikan penghapusan lebih dari setengah ton HEU dan plutonium. ”Sebuah proyek terbesar dalam sejarah untuk menghapus bahan nuklir dari sebuah negara,” ujarnya.

Pada konferensi pers jelang penutupan KTT, Obama mengajak semua pihak ikut menjaga agar bahan pembuat nuklir tidak jatuh ke tangan teroris. dia mengungkapkan bahwa upaya global yang dilakukan telah  menghapus sirkulasi material nulir yang nilainya setara dengan 150 senjata nuklir. ”Material itu tidak akan pernah jatuh ke tangan teroris,” ujarnya.

Presiden AS dua periode itu juga memaparkan kondisi kelompok Islamic State of Iraq and The Levant (ISIL) atau ISIS yang terus kehilangan daerah kekuasaan. Menurutnya, itu merupakan kabar baik dalam konteks memerangi terorisme. ”Mereka kehilangan infrastruktur minyak. Mereka juga kehilangan pendapatan,” ujar Obama dalam konferensi pers terakhir menjelang penutupan. ”Kami percaya bahwa aliran pejuang asing ke Suriah dan Irak telah melambat,” imbuhnya.

Obama juga menilai peserta KTT adalah negara yang mewakili mayoritas umat manusia dari berbagai daerah, ras, agama, budaya. Semuanya memiliki aspirasi yang sama untuk hidup dalam keamanan, dan perdamaian, serta ingin  bebas dari rasa takut. 

”Perang melawan ISIL akan terus berlanjut, dan bisa jadi menjadi lebih sulit. Tapi, bersama-sama kita akan membuat kemajuan yang nyata. Saya benar-benar yakin bahwa kami akan menang dan menghancurkan organisasi keji itu,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Wapres Indonesia Jusuf Kalla juga mengungkapkan bahwa semua pembicaraan dalam KTT diarahkan untuk menjaga agar material nuklir tidak jatuh ke tangan teroris. Karena itu dunia harus menyepakati arsitektur, kerja sama, serta protokol pengawasan bahan nuklir, termasuk penyimpanan dan transportasinya. ”Teroris pakai paku saja seluruh dunia takut. Apalagi kalau mereka bisa mendapatkan bahan nuklir dengan mudah. Itu yang menjadi inti pembicaraan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, komitmen dan kesepakatan yang telah dicapai dalam KTT akan dilaksanakan dengan bantuan PBB. Pengawasannya dilakukan lembaga-lembaga internasional, seperti Internasional Atomic Energy Agency atau Badan Tenaga Atom Internasional dan Interpol. ”Selain itu juga harus ada interkoneksi informasi tentang transportasi material nuklir. Harus dikawal berangkatnya dari mana, sampainya di mana,” terang JK. (fat)

Berita Terkait