Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Nyatakan Perang Melawan Narkoba

  Sabtu, 23 April 2016 14:53

PUTUSSIBAU – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu menyatakan perang melawan narkoba. Walaupun kegiatan Operasi Bersinar 2016 yang dimulai sejak 20 Maret hingga 20 April telah tuntas digelar, khusus penanggulangan tindak penyalahgunaan narkoba tetap dilanjutkan mereka.
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin mengungkapkan dalam Operasi Bersinar lalu telah dilaksanakan 452 kegiatan setiap harinya. Dengan rincian, di setiap polsek sedikitnya mereka menggelar 20 kegiatan, Satuan Polisi Lalu Lantas (15 kegiatan), Sabara (15 kegiatan), dan Sat Binmas, 15 kegiatan. Termasuk Polres, mereka menggelar lima kegiatan. Sasaran mereka adalah door to door, untuk menyampaikan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Sudarmin mengaku dia telah menyampaikan penekanan masalah bahaya penyalahgunaan narkoba dan imbauan kepada masyarakat. Dengan adanya kampanye ini, diharapkan dia tidak ada warga Kapuas Hulu yang menyalahgunakan narkoba. “Kami menyasar sasaran yang dicurigai tempat transaksi dan pengguna narkoba," paparnya usai apel bersama komitmen Polres memerangi narkoba, Rabu (20/4) lalu di halaman Mapolres.
Selama Operasi Bersinar, disebutkan dia bahwa Polres Kapuas Hulu telah menangani kasus narkoba dengan tujuh laporan polisi, sembilan tersangka, serta tiga target operasi (TO), di mana semuanya sudah diproses. “Sudah ada sembilan tersangka kami tahan,” kata pria yang sebelumnya bertugas di Dirkremsus Polda Kalbar ini.
Dia juga menegaskan bahwa Polres Kapuas Hulu berkomitmen menyatakan perang terhadap narkoba. "Kami sudah membuat banner imbauan. Setelah berhentinya Operasi Bersinar, kami melaksanakan kegiatan rutin kepada masyarakat. Pagi ini (20/4) kami menyatakan sikap, Polres Kapuas Hulu menyatakan perang terhadap bahaya narkoba," tegasnya.
Sasaran Operasi Bersinar, dipastikan dia, hampir semua aspek, dengan menyosialisasikan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah dan para komunitas. Sasaran mereka seperti organisasi ibu-ibu, kelompok tani, di pasar, kemudian kepada para sopir. Tujuannya diharapkan Kapolres agar mereka ini bisa menjadi corong penerang bagi masyarakat luas. Sudarmin berharap komitmen Polres didukung oleh semua stakeholder pemangku kepentingan. Salah satunya, dia menyarankan, dengan mengaktifkan kegiatan Badan Narkotika Kabupaten (BNK). "Kami koordinasi dengan instansi terkait, terutama BNK,”katanya. (aan)