Nyaris Perkosa Bunga, AS Dibekuk

Nyaris Perkosa Bunga, AS Dibekuk

  Kamis, 22 September 2016 10:09
DIPERIKSA: Pelaku percobaan pemerkosaan, AS, saat diperiksan di Unit PPA Polres Ketapang, kemarin. Lelaki berusia 21 tahun tersebut nyaris saja melakukan tindakan tidak senonoh terhadap Bunga (15). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Korban Berhasil Menyelamatkan Diri

KETAPANG – Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Ketapang berhasil lolos dari percobaan pemerkosaan, Sabtu (17/9) malam. Setelah selamat, korban sebut saja Bunga (15), melaporkan apa yang nyaris menimpanya tersebut ke Polres Ketapang. Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil diringkus.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ketapang, AKP Putra Pratama, menjelaskan bahwa peristiwa percobaan pemerkosaan itu merujuk kepada satu nama pelaku berinisial AS (21). "Pelakunya sudah ditangkap. Saat ini sedang didalami oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak, Red)," kata Putra, kemarin (21/9) di Mapolres Ketapang.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/9) sekitar pukul 23.30 WIB di Desa Sungai Kinjil, Kecamatan Benua Kayong. Korban, menurut dia, merupakan warga Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan. Sementara pelaku, dikatakan dia, berdomisili di Kelurahan Tuan Tuan, Kecamatan Benua Kayong.

Putra mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban saat diperiksa, yang bersangkutan diajak jalan-jalan oleh pacarnya PD (15). Korban, menurut dia, dijemput ke kediamannya menggunakan sepeda motor sekitar pukul 19.30 WIB. Dari penuturan korban, dijelaskan Kasatreskrim jika yang bersangkutan diajak berkeliling kota. “Sekitar pukul 21.30 WIB, korban mengajak pulang, tapi dibawa putar-putar oleh PD,” kata dia.

Akhirnya, dia menambahkan, PD membawa korban ke rumah rekannya di Kecamatan Benua Kayong. Dia menambahkan, setelah sampai di kediaman rekannya tersebut, korban meminta diantar pulang, tapi tidak juga diantar. "Saat ini PD masih ditetapkan sebagai saksi. Namun masih akan kita dalami," jelas Putra.

Tidak lama berselang, dijelaskan dia jika PD kemudian menelefon pelaku, AS, untuk datang. Ketiganya pun pergi ke Pantai Sungai Kinjil menggunakan satu sepeda motor. "Saat itu hujan, korban minta diantar. Karena PD tidak ada motor, maka PD meminta pelaku untuk mengantar korban pulang," ungkapnya.

Ketika menuju pulang, dia menyayangkan justru pelaku menghentikan sepeda motornya di lokasi yang sepi masih di kawasan Benua Kayong. Saat itu, menurut dia, sekitar pukul 23.30 WIB, di mana pelaku berhenti dan menarik pelaku ke semak-semak. "Korban dipeluk dan dibaringkan, dicium dan dipegang payudara dan menimpa korban," paparnya.

Karena tidak mau, dijelaskan dia jika korban mencoba melawan dan memukul wajah pelaku. Namun, dia menambahkan, pelaku justru membalasnya dengan memukul wajah korban sebanyak dua kali. Korban, menurut dia, mendorong pelaku sampai terjatuh dan berhasil melarikan diri ke rumah warga untuk meminta tolong.

"Saat korban berhasil kabur, pelaku pun melarikan diri. Korban meminta tolong kepada warga di sekitar lokasi. Korban pun pulang dan melaporkan kepada orang tuanya," kata Putra.

Orang tua korban pun melaporkan peristiwa itu ke Polres Ketapang, Minggu (18/9). "Setelah dimintai keterangan dan pelapor dan korban, pelaku pun ditangkap di hari itu juga di rumahnya di Kelurahan Tuan Tuan, Kecamatan Benua Kayong," tambahnya.

Sementara pelaku, AS, saat diwawancarai berkilah tidak akan memperkosa korban, melainkan hanya ingin menciumnya. "Saat itu saya ada minum (alkohol, Red) sedikit," katanya kepada wartawan di Mapolres Ketapang.

Menurutnya, pada malam kejadian ia sedang bermain biliar dan mendapat telefon dari PD. Saat itu PD mengajaknya ke pantai. Ia pun mengiyakan ajakan itu menggunakan sepeda motornya bersama PD dan korban. "Korban minta antar pulang, saya yang disuruh ngantar, saya mau," jelasnya.

Saat di perjalanan, ia meminta imbalan karena telah mengantarkan korban pulang. Pelaku meminta imbalan ciuman kepada korban. "Saya minta upah, dicium. Saya di dekat Kampung Banjar, saya cium lagi, tapi dia nangis. Saya tutup mulutnya karena takut didengar orang. Kemudian kami jatuh dan dia lari, saya pun lari," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 81 jo 53 tentang percobaan persetubuhan dengan ancaman penjara maksimal sampai 15 tahun. (afi)

Berita Terkait