Nurdin Nyaris Terbakar

Nurdin Nyaris Terbakar

  Minggu, 18 September 2016 10:37
DIRAWAT: Nurdin, pemilik rumah dan warnet yang terbakar di kawasan perumahan Komplek Pemda Jalan Apel, Kecamatan Pontianak Barat, menjalani perawatan lantaran mengalami luka bakar. ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK – Kebakaran hebat kembali terjadi, di mana kali ini menimpa perumahan Komplek Pemda, Jalan Apel, Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu (17/9) sekitar pukul 02.30 WIB. Seorang pemilik rumah mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit. 

Tak hanya nyaris membakar pemilik rumah, kebakaran yang terjadi selama setengah jam itu juga membakar sejumlah barang berharga milik korban, yakni empat unit sepeda motor dan satu unit mobil ikut hangus terbakar. Petugas pemadam kebakaran yang datang di lokasi kejadian langsung berjibaku menjinakkan api. Semprotan air langsung diarahkan pada rumah milik Nurdin itu, hingga akhirnya api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. 

Kepala Polsek (Kapolsek) Pontianak Barat, Kompol Joko Sulistiono, mengatakan dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya, rumah yang terbakar tersebut adalah milik Nurdin. Dari keterangan saksi yang mereka himpun di sekitar lokasi kejadian, api tersebut diduga berasal dari belakang warung internet milik korban. 

Joko menjelaskan, kobaran api yang cepat membesar, dalam waktu sekejap membakar warung internet. Dia menambahkan bahwa api tersebut kemudian menjalar ke rumah korban yang  posisinya tepat berada di belakang warung. “Masih kami dalami munculnya api ini karena apa? Apakah arus korsleting listrik atau ada penyebab lainnya?” kata Kapolsek.

Joko menuturkan, dari keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, api yang mengganas tersebut terus membesar hingga menjalar ke salah satu bangunan milik tetangga korban. “Garasi milik tetangga korban juga terbakar, namun beruntung tidak lama setelah itu petugas datang dan api berhasil dipadamkan,” sambungnya. 

Saat kebakaran tersebut, menurut Joko bahwa pemilik rumah mengalami luka bakar di beberapa bagian badannya. Kapolsek memastikan bahwa bagian yang terbakar adalah kaki dan punggung. Bahkan, dia menambahkan, sejumlah kendaraan yakni empat unit sepeda motor dan satu unit mobil hangus terbakar.     

“Korban saat kebakaran berada di dalam rumah, berusaha menyelamatkan barang dan surat berharga. Namun saat hendak lari, korban terjatuh dan percikan api mengenai tubuhnya. Korban lalu diselamatkan warga dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” terangnya. 

Joko mengatakan langkah yang dilakukan kepolisian saat ini, melakukan penyelidikan penyebab kebakaran, dengan melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa saksi. 

Dari keterangan yang dihimpun Pontianak Post, sebelas unit mobil pemadam kebakaran yang terdiri daru satu dari BPBD Kota Pontianak dan 10 damkar swasta, harus berjibaku memadamkan api tersebut. Setidaknya butuh waktu dua jam buat mereka menjinakkan si jago merah.

“Api baru berhasil dipadamkan pukul 04.10 WIB,” kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Aswin Thaufik.

Dari informasi yang sampai kepadanya, Aswin mengungkapkan bahwa Nurdin, mengalami kecelakaan saat berusaha menyelamatkan barang berharga. Saat itu, menurut dia, yang bersangkutan mengambil kunci mobil, namun tiba-tiba justru tertimpa kayu yang mengenai kepalanya hingga pingsan. “Korban berhasil diselamatkan oleh warga dan dilarikan ke rumah sakit lantaran mendapatkan luka bakar,” ujarnya. 

Selain Nurdin, Aswin mengungkapkan bahwa Sriyanti, istri korban; dan ketiga anaknya, Siti Aisah, Ornella Masitah, M Rifqi Abrar, hingga keponakan  yang benama Mashita juga menjadi korban. 

Aswin menyebut, dugaan munculnya api yang menyebabkan rumah terbakar itu adalah arus pendek. Menurut dia, sebuah kabel terbakar lantaran stop kontak yang terlalu banyak membagi arus listrik. “Dugaan sementara penyebab kebakaran karena listrik. BPBD kota Pontianak telah menyalurkan bantuan logistik untuk keenam korban,” tukasnya. 

Listrik Penyebab Kebakaran

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Aswin Thaufik mengatakan fenomena kebakaran rumah, hotel, pabrik, dan berbagai tempat lainnya, lebih banyak disebabkan oleh terjadinya arus pendek listrik. Penyebabnya, diakui dia, lantaran pemasangan instalasi listrik yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman, sehingga tidak sesuai standar. 

“Banyak pemukiman di Pontianak memiliki instalasi listrik yang sudah tua. Kabel yang lama tidak diganti. Padahal kalau sudah 15 sampai 20 tahun, sudah harus diperbaiki. Kalau belum kejadian, biasanya mereka beranggapan masih aman,” sesalnya. 

Masalah tersebut, menurut dia, semakin rumit, ketika warga menambah daya listrik. Pasalnya, dia menambahkan, warga hanya menaikan daya listrik, tetapi tetap menggunakan kabel yang sudah usang. Dia memisalkan seperti penambahan daya dari 450 watt ke 900 watt. “Warga biasanya hanya tambah kabel tapi yang lama tidak diganti. Karena butuh biaya tambahan lagi. Padahal, itu riskan sekali,” kata dia.

Untuk itu, demi terwujudnya rasa aman masyarakat Pontianak, pihaknya akan segera melakukan inovasi. Mereka akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan kesiapsiagaan dalam kebakaran akibat listrik. “Bukan itu saja, harapan kami dari inovasi itu, juga agar tersedia peta rawan bencana kebakaran juga pedoman proteksi kebakaran akibat listrik,” harapnya.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menambahkan berdasarkan kasus-kasus kebakaran yang pernah terjadi, penyebabnya adanya konsleting listrik. Kemudian, dijelaskan dia, akibat dari konstruksi bangunan semi permanen yang terdiri dari kayu dan beratap sirap. Dia menyebut hampir 70 persen bangunan di Pontianak semi permanen. 

"Baru akhir-akhir ini bangunan kita beton bertulang. Dengan konstruski demikian, mungkin agak lebih gampang tidak merembet ke mana mana. Oleh sebab itu, kita akan terus coba melalui BPBD untuk melakukan rapat koordinasi dan melibatkan PLN dan Dinas Cipta Karya, untuk menyosialisasikan bahaya kabel listrik berusia tua dan bangunan yang sudah berumur," pintanya. (adg/gus)

Berita Terkait