Nonton Peluncuran Roket di Kennedy Space Center Florida

Nonton Peluncuran Roket di Kennedy Space Center Florida

  Sabtu, 18 June 2016 10:45
FOTO: FLICKR.COM

Berita Terkait

Di kota wisata Orlando, lokasi hiburan keluarga tak terhitung jumlahnya. Tapi, yang paling seru justru atraksi ’’asli’’ di Cape Canaveral, di pusat luar angkasa NASA. Apalagi kalau pas ada peluncuran roket.

Catatan AZRUL ANANDA dari Orlando

Ada artis tertembak setelah show. Ada penembakan massal di sebuah kelab malam. Ada anak kecil tewas terseret buaya di kawasan wisata Disney. Dalam seminggu, berita tragedi bersusulan muncul dari kawasan Orlando, Florida.

Suasana kelabu dan berkabung memang mewarnai kawasan tersebut. Walau matahari sedang bersinar sangat terik dan panas, dengan suhu udara terus menggoda mendekati 40 derajat Celsius.

Bendera dikibarkan setengah tiang di mana-mana. Berita di media cetak dan televisi terus didominasi segala kabar buruk tersebut.

Tapi, life must go on. The show must go on.

Kota wisata ini tetap dipenuhi turis dari berbagai penjuru dunia. Ini musim panas. Sekolah-sekolah di Amerika sedang libur, begitu pula di berbagai negara lain di dunia.

Disneyworld, yang terbagi dalam sedikitnya empat theme park, terus dipadati pengunjung. Antrean untuk menikmati wahana di masing-masing park bisa sampai 85 menit. Itu untuk satu permainan! Bahkan, untuk berfoto dengan Minnie Mouse saja, antrenya bisa lebih dari satu jam.

Dan di kawasan Orlando ada banyak pilihan. Ada dua theme park di bawah bendera Universal Studios, dengan atraksi utama Harry Potter. Lalu, ada Sea World. Ada Legoland. Ada yang lain-lain.

Yang paling seru? Tentu bergantung selera masing-masing. Tapi, sebelum semua theme park itu muncul dan berkembang, sebenarnya ada satu lokasi yang sudah menawarkan atraksi terhebat di kawasan Orlando.

Yaitu, kawasan Cape Canaveral, sekitar satu jam naik mobil dari Orlando. Di sanalah semua peluncuran roket dan pesawat ulang-alik dilaksanakan selama puluhan tahun. Dibuka pada 1962, Visitor Center alias kawasan turisnya menyusul dibuka pada 1967.

Apollo 11 yang mengirimkan orang pertama berjalan di bulan? Start dari sana. Plus misi-misi luar angkasa bersejarah lain.

Dan Kennedy Space Center, nama kawasan itu, memang dibuka untuk umum, untuk wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Buka tujuh hari seminggu, pukul 9 pagi sampai 6 sore.

Hanya perlu bayar sekitar USD 50 per orang (USD 40 anak-anak), banyak barang dan pertunjukan yang bisa dinikmati mulai pagi sampai malam. Malah mungkin sehari tidak cukup.

Berbagai roket bersejarah dipajang di sana. Saturn V, roket yang mengantarkan belasan program Apollo, mendapat satu ekshibisi khusus yang dijamin membuat takjub pengunjungnya. Termasuk pemutaran film-film yang bisa membuat bulu kuduk berdiri sekaligus menginspirasi.

Pesawat ulang-alik Atlantis juga dipajang dalam bangunan khusus, di bagian terdepan Visitor Center. Di bangunan itu, pengunjung bisa menikmati space shuttle tersebut secara langsung, bermain dalam berbagai simulator, termasuk simulator untuk merasakan seperti apa ’’ditembakkan’’ ke luar angkasa.

Bagian yang paling bikin merinding di sini? Bagian khusus untuk mengenang pesawat ulang-alik yang meledak saat berangkat (Challenger, 1986) dan saat kembali ke bumi (Columbia, 2003).

Serpihan asli dua pesawat itu di-display secara anggun, dan barang-barang pribadi milik 14 awak kapal kedua pesawat juga dipajang dengan cara yang sangat menyentuh.

’’I touch the future. I teach.’’

Artinya: ’’Saya menyentuh masa depan. Saya seorang pengajar.’’

Itu bunyi kutipan dari Christa McAuliffe, seorang guru yang tewas bersama enam kru lain di Challenger. Dia merupakan bagian dari program Teacher in Space yang dilakukan NASA.

Ada juga bangunan yang khusus menampilkan rencana penerbangan ke Mars. Di sebelahnya, bangunan di mana para pengunjung bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan astronot asli!

Rabu lalu (15/6), yang tampil adalah Wendy Lawrence, yang pernah empat kali ke luar angkasa, total menghabiskan waktu 51 hari jauh di atas sana. Termasuk penerbangan pertama setelah jatuhnya Columbia.

Seusai presentasi tentang pengalamannya jadi astronot (dia sekarang sudah pensiun), dia melayani tanya jawab dengan pengunjung. Khususnya dari anak-anak.

’’Bagaimana cara jadi astronot?’’ tanya salah seorang anak.

’’Kamu harus rajin ke sekolah,’’ jawab Lawrence santai.

’’Apa bagian paling mendebarkan saat terbang ke luar angkasa?’’ tanya yang lain.

’’Mungkin waktu launch. Kekuatannya begitu dahsyat, rasanya seperti ada gajah besar menduduki dada saya. Rasanya begitu sulit bernapas,’’ ceritanya.

Hampir setiap jam, Lawrence melayani pengunjung. Termasuk foto-foto dan sesi tanda tangan. Dan setiap hari selalu ada astronot yang datang untuk berbagi dengan pengunjung.

Disneyworld boleh menampilkan Mickey dan Minnie serta teman-temannya, tapi semuanya tokoh fiksi. Di Kennedy Space Center, semua show-nya berdasar cerita nyata, dan orang-orang yang ditemui semua ’’beneran’’.

 

***

Datang kapan saja, Kennedy Space Center pasti bisa membuat kagum. Datang saat benar-benar ada peluncuran roket, kesannya ekstraspesial seperti nasi goreng bonus banyak telur.

Saya tidak datang sebagai jurnalis. Saya juga bukan pengamat luar angkasa ataupun insinyur yang suka detail teknis. Saya datang sebagai turis biasa, membawa anak yang kebetulan sedang tergila-gila dengan planet-planet dan segala hal luar angkasa.

Kebetulan saja, ketika kami di Florida, ada jadwal peluncuran roket. Jadwalnya Rabu lalu (15/6) pukul 10.29 (Rabu malam WIB pukul 22.29).

Tidak setiap hari ada peluncuran. Tidak setiap pekan ada peluncuran. Bahkan, belum tentu setiap bulan ada peluncuran. Ketika tahu ada jadwal ini, kami pun berangkat sangat pagi dari hotel di kawasan Lake Buena Vista (kotanya Disney) menuju Cape Canaveral.

Pagi itu, Kennedy Space Center dibuka pukul 08.00. Loket tiket bahkan sudah buka pukul 07.45. Kami datang sebelum buka, dan ribuan orang sudah di sana. Alasan mereka sama: Menonton langsung peluncuran roket.

Seorang ibu berjalan cepat bersama anak laki-lakinya yang masih remaja. Dia memarahi sang anak karena jalannya malas. ’’Ini peluncuran roket, ini sangat jarang terjadi. Jangan sampai kamu melewatkan momen berharga ini!’’ katanya kepada sang anak.

Kebanyakan yang datang sudah memegang tiket, yang memang bisa dibeli online dan di-print sendiri di rumah. Tinggal di-scan di pintu masuk. Pemeriksaan juga tidak separah di bandara, hebat mengingat ini kawasan militer dan penuh barang paling berharga.

Semua petugasnya juga begitu ramah. Menyapa, selalu tersenyum, menunjukkan jalan, dan menjawab semua pertanyan dengan sopan. Bahkan sering mengajak bercanda, khususnya pada anak-anak.

Padahal, ini kawasan militer.

Karena hari itu ada peluncuran pukul 10.29, semua atraksi baru akan dimulai setelahnya. Semua penonton yang datang hari itu langsung ke terminal bus untuk diantarkan ke lokasi menyaksikan peluncuran. Biaya transportasinya USD 50 per orang untuk ke tempat terdekat, atau USD 20 per orang ke kawasan display Saturn V, sekitar 6 mil atau hampir 10 km dari lokasi launch.

Transportasi memang harus naik bus, karena Kennedy Space Center ini luas luar biasa. Sampai 58.275 hektare tepatnya! Di sana ada bangunan perakitan pesawat ulang-alik/roket yang tingginya separo Empire State Building di New York. Katanya ini gedung terbesar kelima atau keenam di dunia.

Bendera Amerika yang menghiasi dindingnya saja lebih besar dari lapangan basket!

Ada pula landasan pesawat ulang-alik yang panjangnya 3 mil alias hampir 5 km. Plus berbagai fasilitas lain yang sulit dijelaskan dan harus dilihat sendiri untuk mengagumi skalanya.

Dan karena ini kawasan cagar alam, semua binatang dan tanamannya tidak boleh dicemari atau diganggu. Kabarnya, ada 5.000–6.000 buaya berkeliaran, plus binatang-binatang lain.

Para sopir bus juga merangkap sebagai guide, dan khas Amerika, selalu melucu. ’’Silakan lihat ke kiri dan ke kanan, sering kita bisa melihat langsung buaya. Di sini, kadang kita melempar satu atau dua insinyur untuk mereka makan,’’ celetuknya.

Pagi itu kami kehabisan tiket USD 50. Jadi, kami menonton dari kawasan Saturn V. Di sana, di luar bangunan utama, ada beberapa tribun untuk menonton peluncuran. Ada MC yang memandu, menjelaskan roket yang mana yang harus kami perhatikan. Karena memang ada beberapa lokasi peluncuran.

Yang kami lihat adalah lima tonggak di kejauhan. Yang tengah adalah roket Falcon9 milik SpaceX, perusahaan swasta milik Elon Musk (yang juga pendiri mobil Tesla). Empat tonggak di sekelilingnya adalah penangkal petir, karena kawasan ini adalah ’’ibu kota’’ petir Amerika.

Walau fasilitas ini kebanggaan pemerintah Amerika, tapi untuk program luar angkasa, pemerintah memang sudah berbagi dengan swasta. Ada beberapa perusahaan, seperti SpaceX, yang menggunakan Cape Canaveral untuk melayani peluncuran satelit sesuai pesanan.

Jarak kami menonton memang agak jauh, hampir 10 kilometer. Tapi masih terlihat jelas. Langit memang cerah, sedikit awan, dan matahari terasa sangat menyengat. Tapi, ribuan penonton dengan sabar menunggu.

Tepat pukul 10.29, roket itu meluncur, mengantarkan dua satelit ke langit. Keduanya satelit komunikasi. Satu untuk kawasan Asia dan Afrika, satu lagi untuk Amerika Latin.

Countdown dari sepuluh membuat penonton ikut berdebar. Begitu go, warna merah-oranye menyala terlihat dan Falcon9 mengudara. Suasana masih sunyi. Tidak lama kemudian, saat roket itu berada di udara, baru kami mendengarkan gelegar bunyinya. Tidak lama setelahnya, kami merasakan efek getarannya. Tribun berguncang keras.

Edan. Padahal, itu bukan roket terbesar. Dan jaraknya hampir 10 kilometer.

Dalam waktu tak sampai 3 menit, roket itu sudah tidak terlihat. Penonton pun bertepuk tangan, lalu dengan rapi meninggalkan tribun, kembali untuk menikmati semua yang ditampilkan Kennedy Space Center.

Bayangkan kalau roket yang diluncurkan lebih besar. Bayangkan kalau itu pesawat ulang-alik. Pasti jauh lebih menggetarkan. Seorang staf mengatakan, awal tahun ini, dalam salah satu peluncuran, lebih dari 10 ribu penonton datang ke Kennedy Space Center.

Asal tahu saja, dalam setahun, tempat ini dikunjungi sampai 1,5 juta orang!

Disneyworld, Universal Studios, dan lain-lain, semua jualan cerita dan khayalan. Kennedy Space Center benar-benar menampilkan cerita asli kehebatan manusia dalam mengejar impian.

Teman saya merekomendasikan tempat ini untuk dikunjungi. Melihat website-nya, rasanya sudah hebat. Tapi, sehebat dan semodern apa pun website, tidak ada bandingan dengan aslinya. (*)

Berita Terkait