Nomor Urut 2 Klaim Kemenangan 51 Persen , Pilkada Kapuas Hulu

Nomor Urut 2 Klaim Kemenangan 51 Persen , Pilkada Kapuas Hulu

  Minggu, 13 December 2015 12:47
JUMPA PERS: Calon Bupati Kapuas Hulu Nomor Urut 1, Fransiskus Diaan didampingi Ketua Tim Pemenangan, Karolin Margaret Natasa saat melakukan jumpa pers di Sanggau terkait hasil Pilkada Kapuas Hulu. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PASANGAN Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu Nomor Urut 2, Fransiskus Diaan - Andi Aswad mengklaim kemenangan 51 persen atas pesaingnya pasangan nomor urut 1, AM Nasir-Anton L Ain Pamero. Hal tersebut didasarkan pada formulir C1 yang telah diterima oleh saksi.

Dalam jumpa persnya, Fransiskus Diaan yang didampingi Ketua Tim Pemenangan, Karolin Margaret Natasa menyampaikan keyakinannya itu sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh timnya. Hasil perhitungan yang dirilis oleh tim pemenangan paslon nomor urut dua yakni pada angka 51 persen.

Kepada wartawan dia juga mengatakan bahwa timnya sedang menelusuri terkait dugaan kecurangan yang terjadi disejumlah tempat pemungutan suara. Pihaknya juga melakukan protes keras agar dilakukan pemilihan ulang disejumlah TPS.

“Ada informasi di salah satu TPS itu pencoblosan dilakukan sendiri oleh oknum KPPS-nya. Makanya kami mendesak dilakukan pemilihan ulang. Kami sudah laporkan dan tetap akan kami tindak lanjuti dengan bukti-bukti yang kami punya,” ungkap dia ditemui di Sanggau, Jumat (11/12) malam.

Sementara itu, Karolin Margaret Natasa menegaskan bahwa timnya sudah memastikan kemenangan 51 persen tersebut. Jumlah tersebut dapat saja bertambah apabila kecurangan dapat diungkap sesuai laporan yang dibuat.

“Kemungkinan selalu ada. Tetapi kalau ada pihak-pihak yang berlaku curang dalam pilkada bupati dan wakil bupati kapuas hulu kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya. Dia mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan proses pleno di tingkat kecamatan. Ada beberapa hal yang ditemukan di lapangan oleh timnya seperti misalnya di Kecamatan Jongkong, ternyata dokumen C1 tidak asli. “Makanya kami melakukan protes keras agar dilakukan penghitungan ulang se-Kecamatan Jongkong,” ujarnya.

Selain itu ada indikasi bahwa KPU Kapuas Hulu memperlambat perjalanan kotak suara sampai ke kecamatan. “Ada daerah-daerah yang setelah dilakukan perhitungan di TPS bisa langsung dikirim ke kecamatan tetapi masih ditahan dengan alasan transportasi dan lain sebagainya,” katanya.Secara umum, lanjut Karolin, pihaknya mengambil kesimpulan bahwa ada indikasi pelanggaran yang terjadi di Kapuas Hulu. “Apalagi misalnya kami juga menemukan adanya money politic dari pasangan calon nomor urut satu. Kami akan selesaikan terlebih dahulu investigasinya,” ujarnya.Dia melanjutkan, bahwa di daerah Kecamatan Jongkong ditemukan hasil perhitungan yang dilakukan di TPS ternyata berbeda dengan yang berada di kecamatan. “Makanya kami kaget juga kok hasilnya bisa berbeda,” katanya mengakhiri. (sgg/ser)

 

Berita Terkait