Nole: Minimal Satu Emas

Nole: Minimal Satu Emas

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:30
Novak Djokovic

Berita Terkait

TORONTO – Komplet sudah persiapan Novak Djokovic menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Dia menjuarai Rogers Cup 2016, yang merupakan turnamen pemanasan terakhir sebelum ajang multievent yang dibuka Jumat mendatang tersebut (5/8). Meski penampilannya tidak spesial, di final kemarin dia mengalahkan Kei Nishikori 6-3, 7-5 dalam waktu tak sampai 90 menit. 

''Olimpiade adalah event terbesar dalam sejarah,'' kata Nole, sapaan akrabnya, seperti dilansir AFP. ''Bisa menjadi bagian dari ajang itu adalah sebuah keistimewaan dan kehormatan tersendiri. Aku akan sangat menikmatinya, seperti halnya di Beijing 2008 dan London 2012 lalu,'' lanjut dia. 

Dari Toronto, Nole langsung bertolak ke Rio untuk menjalani persiapan. Menurutnya, dia mempersiapkan diri untuk Olimpiade seperti menghadapi grand slam. Menu latihannya sama. Intensitasnya pun tidak berbeda. ''Aku merasa terhormat bisa bermain mewakili negaraku,'' lanjut petenis Serbia tersebut. 

Menurut pemilik 12 gelar grand slam tersebut, sensasi Olimpiade sangatlah berbeda dengan turnamen-turnamen yang pernah diikutinya. ''Kamu akan merasakan sensasi spesial menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah turnamen tenis,'' kata Nole. 

''Semoga aku bisa memanfaatkan energi positif dan atensi besar dari seluruh dunia ini untuk mendapatkan medali,'' tutur petenis 29 tahun itu. ''Aku terjun di nomor single dan ganda. Kuharap aku bisa dapat setidaknya satu emas,'' dia memasang target.  

Tidak mengherankan memang, kalau Nole sangat excited menyongsong Olimpiade. Sebagai petenis nomor satu dunia, merebut lima dari tujuh grand slam terakhir, dan punya keunggulan head to head atas siapa pun, Nole masih punya kekurangan dalam CV-nya. Dia belum pernah merebut medali emas Olimpiade. 

Pada keikutsertaan pertama di Beijing 2008, dia hanya merebut perunggu. Empat tahun kemudian, Nole malah gagal naik podium. Dia kalah oleh petenis Argentina Juan Martin dalam perebutan medali perunggu. Bisa dibilang, tahun ini adalah momen terbaiknya. 

Para kompetitornya ya itu-itu juga. Rafael Nadal sudah dia kalahkan dalam dua turnamen tanah liat sebelum ini. Andy Murray telah dia hajar di final Australia Terbuka dan Prancis Terbuka. Gael Monfils dan Nishikori juga sudah menyerah padanya di Rogers Cup. So? Apa lagi yang bikin ragu? 

Kejutan. Itulah yang sedang diwaspadai Nole. Masih ingat betul Nole akan kekalahannya di Wimbledon awal Juli lalu. Yang mengalahkannya adalah Sam Querrey, petenis nomor 29 dunia yang tidak masuk hitungan bisa mengalahkannya. Semua masih bisa terjadi, Nole meyakini.

''Tapi semua yang terjadi juga ada hikmahnya,'' ucap Nole. ''Bahwa aku tersingkir di pekan pertama Wimbledon memberiku waktu sepekan lebih banyak untuk bersama keluarga, memikirkan hal lain, men-charge bateraiku, dan datang ke sini (Toronto, Red) dengan sangat fresh. Aku tak bisa mengharap awal musim hard court yang lebih baik dari ini,'' tandasnya. (na)

Berita Terkait