Kemenangan Ducati Di Depan Mata

Kemenangan Ducati Di Depan Mata

  Kamis, 10 Agustus 2017 10:00
DUCATI

Berita Terkait

Rossi Sangat Nyaman Setelah Uji Coba

SPIELBERG-- Tanpa waktu istirahat cukup panjang para rider MotoGP langsung pindah dari Brno, Republik Ceko ke Spielberg, Austria akhir pekan ini. Saat kembali ke kalender balap MotoGP tahun lalu, Red Bull Ring langsung cocok dengan karakter Desmosedici, tunggangan pembalap tim Ducati. Hasil dominan tahun lalu membuat tim-tim rival akan merasa tertantang untuk menaklukkan pabrikan Italia itu tahun ini.

Red Bull Ring adalah trek yang menuntut power mesin besar. Treknya relatif pendek, hanya 4,326 kilometer. Namun yang membuat sirkuit ini sangat cocok dengan Desmosedici, senjata Ducati adalah tikungannya yang hanya sembilan. Normalnya, rata-rata tikungan di trek balap tuan rumah balapan MotoGP adalah 15. Yang lebih menguntungkan motor Ducati ketimbang pabrikan lainnya adalah sirkuit ini lebih banyak diisi trek lurus.

Tahun lalu, saat Austria kembali ke MotoGP setelah absen 19 tahun, Ducati seperti mendapat berkah. Andrea Iannone yang masih berseragam merah merengkuh kemenangan pertama bagi skuat Bologna itu setelah puasa panjang enam tahun. Itulah kemenangan yang ditunggu-tunggu setelah yang terakhir pernah direguk Casey Stoner di GP Jepang 2010.

Dominasi Ducati di Red Bull Ring semakin nyata karena rekan Iannone, Andrea Dovizioso juga finis runner up. Hasil tersebut menjadi finis 1-2 pertama Ducati setelah 2007. Saat itu Casey Stoner dan Loris Capirossi menguasai podium tertinggi GP Australia di Phillip Island. 

Nah, setelah Iannone hengkang ke Suzuki akhir musim lalu peluang munculnya juara baru di Austria terbuka lebar. Dengan motor GSX-RR 1000 tunggangannya sekarang rasanya sulit bagi rider Italia tersebut untuk mengulang suksesnya tahun lalu. Jangankan untuk bertarung dengan Ducati untuk masalah power, untuk bersaing dengan Honda dan Yamaha-pun Suzuki masih belum mampu.

Siapa calon paling kuat menggantikan Iannone sebagai juara GP Austria? Di daftar paling atas tentu saja dua pembalap Ducati, Dovizioso dan Jprge Lorenzo. Dovi sudah pasti lebih berpeluang. Ingat! Dovizioso finis runner up tahun lalu. Dia juga pembalap dengan pengalaman paling banyak di pabrikan Ducati. Selain itu, rider bernomor start #04 tersebut juga sudah dua kali menjuarai balapan musim ini. Berturut-turut pula, yakni di Italia dan Catalunya. Dengan statistik kuat tersebut, tak ada faktor penghalang bagi rider 31 tahun itu untuk merengkuh kemenangan ketiganya.

Dovi juga sedang menikmati fairing baru yang dibawa Ducati ke Brno. ''Akan sangat menarik (untuk menggunakannya di Austria). Aku lebih cenderung ingin memakainya daripada menolaknya, tapi kami belum memutuskannya,'' terang Dovi dilansir GP One. Menurutnya, meski kehilangan sedikit top speed di trek lurus, fairing baru membuat pengereman menjadi sangat stabil saat masuk tikungan. Selain itu lebih mudah melibas tikungan. Jadi kekurangan sedikit di top speed itu bisa dikompensasi dan bahkan mendapatkan keuntungan lebih besar.

Kandidat terkuat kedua adalah Jorge Lorenzo. Meski masih berjuang menaklukkan Desmosedici sampai saat ini juara tiga kali MotoGP tersebut mulai mengalami kemajuan signifikan. Dalam beberapa balapan, termasuk di Brno Minggu lalu mantan rider Yamaha tersebut mampu memimpin lomba di lap-lap awal meski selalu kesulitan di akhir lomba. Khusus di GP Brno Minggu lalu, dia mengaku saat harus mengganti motor, ternyata timnya belum siap menyiapkan motor kedua,

Lorenzo juga punya kenangan indah di Red Bull Ring. Tahun lalu, saat masih membela Yamaha dia mampu finis di podium. Satu-satunya warna biru di atas podium. Sama dengan Dovi, Lorenzo juga menyukai paket aerodinamika yang dibawa Ducati ke Brno. ''Fairing itu lebih cocok dengan gaya balapku. Aku jadi lebih percaya diri dengan roda depanku. Aku mampu mencatat lap yang sama menggunakan ban medium (di uji coba tengah musim di Brno) dengan saat memasang ban soft di kualifikasi,'' yakinnya.   

Tantangan kuat akhir pekan ini bakal datang dari Marc Marquez (Repsol Honda) dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Sebenarnya, ketika melakukan uji coba privat di Brno bulan lalu, Honda bukan hanya bersiap untuk GP Republik Ceko, tapi juga Austria. Dua trek itulah yang mereka anggap menyulitkan bagi performa RC213V. ''Kami sudah menemukan ide untuk balapan berikutnya (Austria).  Kami menemukan akselerasi yang lebih bagus dan mengurangi wheelie (roda depan terangkat) saat keluar tikungan. Tentu kami juga harus mendapatkan stabilitas saat pengereman. Jadi kami telah menemukan kompromi yang dibutuhkan,'' papar rider 24 tahun itu pede.

Ketika duo Ducati antusias menggunakan fairing barunya di Austria, Rossi justru yakin tidak akan memakai paket aerodinamika anyar akhir pekan nanti. Rossi mengaku senang dengan fairing baru yang dijajalnya pada uji coba Brno. Tapi menurutnya tidak cocok jika dipakai di Red Bull Ring. Langkah itu memang pas, karena sirkuit di Spielberg itu tak terlalu membutuhkan downforce besar. Justru Yamaha harus menambah kekuatan mereka di trek lurus. 

''Sekarang kita akan ke Austria, yang tidak terlalu cocok dengan kami (Yamaha). Aku nyaman dengan YZR-M1 ku sekarang, aku bisa membalap dengan lebih baik. Aku senang dan berharap bisa bertarung untuk podium di setiap balapan. Perebutan gelar juara masih tetap terbuka,'' tandasnya.  (cak)

Berita Terkait