Nobar Ketika Mas Gagah Pergi

Nobar Ketika Mas Gagah Pergi

  Minggu, 13 March 2016 08:47
NONTON BARENG: Para penggemar Hamas Syahid Izzudin, pemeran utama Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) The Movie berebutan untuk dapat diambil gambar bersamanya. (kanan) Tak hanya penggemar laki-laki, para fans perempuan pun tak mau ketinggalan untuk bisa berfoto bareng dengan dia. MEDY KHADAFI/PONTIANAK POST

KETIKA Mas Gagah Pergi (KMGP) The Movie menjadi salah satu dari sekian banyak film bernuansa Islam besutan anak negeri, yang masih dirindukan kehadirannya. Sempat bertahan selama beberapa minggu, film yang dirilis pada 27 Januari 2016 di Pontianak ini kembali hadir dan diterima baik oleh para penggemarnya. Bahkan di edisi kedua pemutaran filmnya, ‘Mas Gagah,’ tokoh utama di film tersebut pun hadir untuk memeriahkan suasana agenda nonton bersama yang dilaksanakan, Sabtu (12/3) pagi.

Rasa bahagia tampak jelas dari raut wajah Hamas Syahid Izzudin, usai melaksanakan nonton bersama. Meski dalam kondisi kelelahan dan belum sempat tidur, cowok cakep berkulit putih ini mengaku mendapatkan semangat lebih ketika mulai memasuki gedung bioskop. Termasuk melihat antusiasme penonton saat menyaksikan film tersebut. Ia duduk di deretan kursi teratas. Dia juga sempat menyapa beberapa penonton yang telah memadati ruangan XXI A Yani Mega Mall Pontianak, yang sebagian besar didominasi kaum hawa ini.

Ditemani panitia dari Komunitas Pencinta Film Islami (KOPFI) Pontianak, Hamas terlihat sibuk melayani permintaan para penggemar yang ingin berfoto bareng dengannya. Satu persatu dengan ramahnya dia melayani para penggemar. Ia tersenyum ketika dijepret bergantian.

Dia sendiri mengaku jika saat itu menjadi pengalaman pertama dia bertandang ke Kota Pontianak. Hamas sangat bersyukur film ini masih mendapatkan tempat spesial. ”Terima kasih buat semua yang sudah menonton. Semoga film ini bisa bermanfaat, menginspirasi, serta dapat ditonton oleh seluruh masyarakat. Tunggu KMGP Part 2 yang akan keluar sebentar lagi. Semoga nobar KMGP 2 nanti saya bisa kembali hadir di sini (Pontianak, Red) bersama team lainnya,” ujarnya.

KMGP sendiri merupakan film yang diadptasi dari novel legendaris karya Helvy Tiana Rosa. Novel tersebut ditulis pada 1992 dan diterbitkan kali pertama pada 1997. Mengangkat cerita tentang hubungan kelurga, hijrah, dan keindahan Islam. Film ini memang memiliki nilai plus tersendiri dalam mencuri hati penontonnya. Termasuk munculnya beragam tokoh muda yang kerap menyerukan kebaikan dan kecerdasan pemuda-pemudi Islam. (ghe)