Ngantuk, Mobil Tabrak Dua Sepmot

Ngantuk, Mobil Tabrak Dua Sepmot

  Senin, 7 March 2016 10:06
KECELAKAAN: Mobil mengalami kerusakan pada bagian kanan akibat menabrak dua sepeda motor dari arah berlawanan. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan kilometer 14. 900 Pontianak-Sungai Pinyuh, Minggu (6/3) sekitar pukul 08. 30 WIB. Kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil Daihatsu Terios dan dua sepeda motor itu, menyebabkan satu korban meninggal dunia dan tiga lainnya mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek Siantan, IPTU Hardik kepada Pontianak Post mengatakan, kecelakaan maut itu bermula ketika sebuah mobil Daihatsu Terios berwarna hitam dengan nomor polisi (nopol) DA 7696 AP melesat dari arah Kota Pontianak menuju Sungai Pinyuh. Mobil naas itu dikemudikan oleh Johansen, 39 warga Jalan Suwignyo, Komplek Suwignyo Permai I Pontianak Kota.

Sementara itu dari arah berlawanan dua sebuah sepeda (Sepmot) motor masing-masing Yamaha Jupiter nopol KB 4996 NB yang ditunggangi oleh Sulaidi, 25 warga Jalan Parit H Husein 2, Gg Karya 3 yang membonceng rekannya Riham, 38 warga Desa Wajok Hilir.

Sementara itu, korban lainnya sepmot Honda Beat KB 3186 NF yang ditunggangi Cindri Cielie, 18 dan rekannya, Cinka, 10. Kedua pelajar ini merupakan warga Jalan Pendidikan, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan.

Kecelakaan terjadi ketika ketiga kendaraan tersebut berpas-pasan di Jalan Raya Desa Wajok Hilir. Mobil Daihatsu Terios yang melaju kencang dari arah Pontianak tiba-tiba saja kehilangan kendali. Mobil naas itu keluar dari jalurnya dan melebar ke kanan jalan raya.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Jupiter Z dan Honda Beat milik korban juga tiba dilokasi. Lantaran jarak ketiga kendaraan yang sangat dekat hingga kecelakaan pun tak dapat terhindari lagi. Mobil menambrak dua sepeda motor tersebut hingga menyebabkan ketiga kendaraan nyungsep di pinggir badan jalan raya.

Hantaman dari ketiga kendaraan tersebut menyebabkan suara dentuman yang keras. Tak pelak, warga pun berhamburan keluar rumah untuk melihat kondisi para korban. Tabrakan ketiga kendaraan itu menyebabkan para korban mengalami luka serius. Terutama bagi keempat pengendara sepeda motor.

Dibantu para pengendara yang sedang melintas di tempat kejadian perkara (TKP), korban pun dievakuasi ke Puskemas Siantan. Namun, Tuhan berkehendak lain korban atas nama Sulaidi meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas. Korban diketahui mengalami luka patah kaki kanan, patah tangan kiri dan mulut remuk.

Sementara itu, rekannya, Riham mengalami luka sobek tangan kanan, sobek kening dan lebam wajah sebelah kanan. Luka serius juga dialami korban Cindri. Remaja belia itu mengalami luka patah tiga ruas kako sebelah kanan dan harus di ke RS Antonius Pontianak. Sementara itu, rekannya Cinka, sedikit lebih beruntung hanya mengalami luka lecet pada bagian kening dan lecet pada tumit kaki kiri.

“Diduga pengendara mobil mengantuk dan terlelap. Nah, ketika itulah kehilangan kendali atas mobil yang dikendarainya hingga keluar dari jalur kiri dan masuk ke jalur kanan. Akibatnya, mobil menabrak dua sepeda motor dari arah berlawanan,” papar Hardik.

“Dari keempat korban yang mengendari sepeda motor, satu orang meninggal dunia akibat cidera parah yang dideritanya. Sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka serius dan sudah mendapat penanganan medis,” terang Kapolsek.

Sejak Januari-Maret 2016, polisi mencatat sejumlah kasus kecelakaan lalu
lintas yang terjadi diwilayah Jalan Raya Kecamatan Siantan. Dengan jumlah korban jiwa sebanyak enam orang, sembilan orang mengalami luka berat dan kerugian material sebesar Rp 240 juta. (wah)

Berita Terkait