Ngaku Satpol PP, Safarandi Dibekuk

Ngaku Satpol PP, Safarandi Dibekuk

  Sabtu, 27 Agustus 2016 13:40
DIAMANKAN: Safarandi saat diamankan di Kantor Sat Pol PP Kabupaten Kayong Utara. Dalam aksinya, dia kerap mengaku sebagai anggota Sat Pol PP dan melakukan pemerasan.

Berita Terkait

SUKADANA – Safarandi (30), Warga Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimatam, harus diamankan Sat Pol PP lantaran meresahkan warga. Bahkan, anggota Satpol PP sempat menjadi korban pemerasan dia.

 
“Untuk laporannya Selasa (23/8) pagi, kita dapat laporan dari anggota kita bahwa ada terjadi pemerasan. Kebetulan korban pemerasan itu anggota Sat Pol PP KKU (Kayong Utara). Yang lebih parahnya lagi, pelaku melakkan pemeras yang mengatasnamankan bekerja sama dengan Satpol PP Kayong Utara. Dan Itu jelas tidak benar!” kata staf Operasional Sat Pol PP, Zauzi, Rabu (24/8) malam di ruang kerjanya.

Berbekal laporan anggota Satpol PP tersebut, ditambah informasi dari masyarakat, yang bersangkutan langsung menjadi target operasi (TO). Namun, dia menambahkan, yang bersangkutan saat akan dibekuk tidak ada di lokasi taman. Akhirnya, pada Rabu (24/8) malam mereka berhasil menemukan tersangka, saat bermain kartu di sekitar taman. Pelaku sendiri, diakui dia, diketahui memang sering mabuk-mabukan dan mengonsumsi obat batuk dalam kemasan sachet, sehingga perilakunya meresahkan pengunjung tempat wisata tersebut.

“Safarandi  memang sudah kita TO, tapi tidak ketemu. Baru Rabu (24/8) malam kami diinstruksikan Kasi Ops kami, untuk melakukan pengintaian, dan pelaku dapat kita amankan sedang bermain gaplek. Ternyata untuk pelaku ternyata memang sering melakukan hal-hal negatif meresahkan pengunjung, sering mabuk. Hal tersebut berdasarkan informasi warga sekitar taman juga. Bahakan mengonsumsi komix, dan minuman keras berupa arak sering dilakukan,” kata Zauzi.

Saat dibekuk, Safarandi belum dapat dimintai keterangan lebih jelas atas perbuatannya. Saat diamankan, tersangka seperti dalam kondisi di bawah pengaruh penyalahgunaan obat batuk kemasan sachet. Sat Pol PP sendiri remcananya akan melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan. Dari pengamatan mereka bahwa Safarandi ini diketahui hanya berperilaku buruk saat mengonsumsi miras. Sehari-harinya, menurut mereka, yang bersangkutan bekerja sebagai buruh pada proyek yang ada di Kabupaten Kayong Utara ini.

“Kalau berdasarkan keterangan koraban dan saksi, memang benar, kalau Safarandi memang melakukan hal tersebut (meras, Red). Namun kita coba meminta keterangan pelaku, tapi hingga saat ini pelaku belum mengaku. Tapi kita masih mengumpulkan informasi juga, ada beberapa saksi juga yang sudah kita panggil. Pelaku ini bekerja sebagai pekerja proyek di Kayong Utara. Tindakan kami (selanjutnya), kami akan lakukan pembinaan dan hukuman-hukuman sesuai kesalahan, agar pelaku ada efek jeranya,” sambungnya.

Sementara itu, aggota Sat Pol PP yang diperas oleh pelaku, Wayan Rawan, menceritakan jika saat itu dirinya sedang berada di taman bersama pacarnya, dengan sekadar duduk dan ngobrol biasa. Entah kenapa, diungkapkan dia, tiba-tiba Safarandi datang dan mengaku dari Sat Pol PP Kabupaten Kayong Utara. Dia menambahkan bahwa yang bersangkutan langsung meminta uang kepadanya untuk uang keamanan di Taman Sukadana itu.

“Saat itu memang kondisinya sedang mabuk. Dari bau mulutnya saat bicara sama saya ketika meminta uang, bau arak. Setelah hal itu terjadi, saya pun melapor ke kantor dan kembali mencari orang itu yang mengaku Sat Pol PP, ternyata tidak ada lagi. Dan kami pun kembali melakukan pencarian pada Rabu malam, barulah kami temui, sedang bermain gaplek. Untuk Safarandi ini ternyata berdasarkan keterangan warga dan saksi ternyata memang sering mabuk komix dan arak,” terangnya. (dan)

  

 

Berita Terkait