Ngabang Resah Rabies

Ngabang Resah Rabies

  Selasa, 21 November 2017 10:00

Berita Terkait

NGABANG - Masyarakat di Kabupaten Landak, khususnya di Kota Ngabang mulai mengkhawatirkan masih berkeliarannya anjing liar di kota tersebut. Apalagi terhadap anjing liar yang di duga terkena rabies.

Salah satu masyarakat Kota Ngabang, Ahmad Rani mengaku khawatir dengan masih berkeliarannya anjing liar di Kota Ngabang. Apalagi setelah anaknya menjadi korban gigitan anjing milik tetangganya belum lama ini.

"Saya prihatin dengan masih banyaknya anjing liar yang masih berkeliaran di Ngabang. Apalagi anak saya sempat menjadi korban gigitan anjing milik tetangga belum lama ini, " ujar Rani, Senin (20/11) di Ngabang.

Begitu tahu buah hatinya menjadi korban gigitan anjing, iapun langsung membawa putrinya itu ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. "Menurut keterangan dokter waktu itu, anak saya harus mendapat suntikan sebanyak empat sampai lima kali. Tindakan itu diambil untuk menghambat menyebarnya virus dari gigitan anjing tersebut," katanya meniru ucapan dokter yang merawat anaknya.

Ia mengakui, akibat dari gigitan anjing tersebut, putrinya sempat meringis menahan sakit karena merasakan nyeri dibagian bekas gigitan anjing.

"Sayapun sempat teringat dalam pidato Ibu Bupati Landak yang diunggah ke situs resmi. Dalam pidatonya, beliau meminta supaya hewan peliharaan ditertibkan, termasuk anjing. Apalagi anjing merupakan hewan berdarah panas," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam pidato tersebut bupati memberikan sedikit tips pertolongan pertama bagi korban gigitan anjing. "Jika tergigit anjing, segera cuci dengan sabun. Saya sudah melakukan apa yang disarankan oleh Ibu Bupati tersebut. Namun demikian saya tetap berharap, anjing liar harus ditertibkan. Kalau ada pemiliknya, silahkan anjing peliharaannya dikandangkan. Ini untuk menghindari adanya korban gigitan anjing lainnya, " pinta Rani.

 

Segera Periksa

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Landak, Sri Wahyuni menjelaskan, jika ada orang yang menjadi korban gigitan anjing, diharapkan korban itu langsung diberi Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Stok VAR kita di Landak masih aman. Kitapun melalui Puskesmas terus mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai gigitan anjing. Jika ada yang menjadi korban gigitan anjing supaya segera dibawa ke Puskesmas setempat untuk diberikan VAR," saran Yuni.

Selain itu lanjutnya, pertolongan pertama jika terkena gigitan anjing, segera dicuci dengan air mengalir selama 10 sampai 15 menit. "Jangan lupa pakai sabun. Sebab, virus dari gigitan anjing itu diselimuti lemak. Kalau mencucinya tidak memakai sabun, kita khawatir lemaknya itu tidak akan luntur," terangnya.

Ia juga menerangkan, dari 16 Puskesmas di Landak ada 211 kasus rabies di tahun 2017 ini. "Kasus terbanyak ada di Puskesmas Karangan sebanyak 76 kasus. Dari 211 kasus itu, dua orang meninggal dunia. Para korban itu berada di Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan Menyuke, " jelasnya.

Terpisah, tenaga PTT di Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Landak bidang peternakan, drh. Yeni Kezia Bekalani sangat menyayangkan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk membawa hewan ternak peliharaannya guna mendapatkan vaksin rabies. "Padahal belum lama ini kita sudah mengadakan kegiatan pemberian vaksin rabies terhadap hewan peliharaan milik masyarakat. Pemberian vaksin rabies itupun kita berikan secara gratis di Puskeswan Ngabang, " katanya.

Selain itu pihaknyapun sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan pemberian vaksin rabies ini kepada masyarakat. "Tapi sangat kita sayangkan peminatnya masih minim. Mungkin masyarakat banyak menginginkan petugas vaksin rabies datang ke rumah untuk memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaan masyarakat, " duganya.

Dijelaskannya, dari hasil vaksinasi rabies yang sudah dilaksanakan belum lama ini, hanya ada satu ekor kucing saja yang diberi vaksin rabies. Demikian juga dengan hewan kera hanya satu ekor saja. Sedangkan untuk anjing ada 25 ekor yang diberikan vaksin rabies. "Namun demikian, masih ada kesempatan bagi pemilik hewan peliharaan untuk melakukan vaksin rabies terhadap hewan peliharaannya di Puskeswan Ngabang. Kita masih tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap harinya yang dimulai pukul 09.00 - 15.00 WIB. Petugas kita tetap stand by di Puskeswan untuk memberikan pelayanan," tutupnya. (mif)

Berita Terkait