Nelayan Minta Bantuan Pemkot

Nelayan Minta Bantuan Pemkot

  Sabtu, 30 July 2016 10:31
DATANG MELAUT: Seorang nelayan membawa hasil tangkapannya usai melaut. Keterbatasan alat tangkap dan kapal membuat hasil tangkapan tidak banyak.

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sejumlah masyarakat meminta pemerintah terkait memperhatikan kehidupan dan perekonomian nelayan yang berada di wilayah Pemerintahan Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Selama ini perhatian pemerintah dinilai kurang maksimal membantu masyarakat nelayan.  Adapun bantuan baik pukat maupun kapal nelayan tidak secara menyeluruh didapatkan. Karena ada sebagian nelayan yang kurang mampu tidak mengerti administrasi pembuatan kelompok nelayan.

“Kami tidak tahu bagaimana cara membentuk kelompok nelayan. Sedangkan yang mendapatkan bantuan biasanya nelayan yang sudah menjadi anggota kelompok nelayan,” ucap nelayan Kecamatan  Singkawang Tengah, Saleh (38), Jumat (29/7) kepada media ini.

Saleh,  mengatakan selama menjadi nelayan belasan tahun belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Ini karena pihaknya tidak tergabung dalam kelompok nelayan. Sedangkan nelayan yang sudah terdata dalam kelompok nelayan biasanya mendapatkan bantuan berupa pukat maupun kapal kecil nelayan.

Ia menuturkan bantuan pukat dan kapal kecil nelayan sangat dibutuhkan untuk aktivitasnya mencari ikan di laut. Dikarenakan kapal kecil yang dimilikinya sudah rusak parah dan tidak layak lagi untuk diberangkatkan mencari ikan di laut wilayah perairan Kota Singkawang.

“Selama ini hasil tangkapan melaut yang saya dapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan untuk biaya tambahan anak-anak bersekolah sulit bisa terpenuhi,” ungkapnya saat memperbaiki kerusakan kapal kecil untuk mencari ikan.

Di tempat terpisah  nelayan Kelurahan Sungai Naram Kecamatan Singkawang Utara, Gafar menambahkan permasalahan yang dihadapi nelayan sekarang ini adalah alat tangkap yang masih kurang memadai. Sehingga hasil tangkapan ikan saat meluat dinilai belum maksimal karena kapal nelayan yang  dimiliki tidak mendukung.

“Selain hasil tangkapan ikan kurang memadai, kami juga lemah dengan alat tangkap. Pukat dan kapal kecil nelayan belum bisa menghasilkan jumlah ikan dalam kapasitas besar. Terkecuali kapal lengkung yang bisa menghasilkan banyak ikan,” terangnya setelah pulang dari melaut.

Gafar,  menyampaikan persoalan nelayan hingga kini belum bisa diselesaikan oleh pemeritah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan. Dikarenakan nelayan yang ada ini hanya terpaku pada hasil tangkapan ikan dari laut. Sedangkan jumlah nelayan setiap tahun terus bertambah sedangkan ikan semakin menurun.

Ia mengungkapkan penurunan jumlah  ikan bisa dibuktikan dengan hasil tangkapan nelayan tidak stabil dan  berkurang. Hal tersebut dinilai karena ekosistem pertumbuhan karang semakin sedikit. Akibatnya jumlah ikan yang berada di luat semakin lama semakin berkurang. Sehingga dibutuhkan peran serta pemerintah daerah untuk mencanangkan budidaya ikan laut yang berada di pesisir pantai Wilayah Kota Singkawang.

 

“Jumlah ikan yang dihasilkan nelayan semakin lama semakin berkurang. Bahkan pendapatan nelayan tidak bisa diprediksikan saat berangkat melaut. Ini membutuhkan adanya perbaikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan. Yakni kita butuh adanya budidaya ikan laut untuk menambah penghasilan nelayan kurang mampu,” harap ayah satu anak menunjukkan hasil tangkapannya. (irn)

Berita Terkait