Nelayan Kalbar Demo Istana

Nelayan Kalbar Demo Istana

  Kamis, 7 April 2016 09:00
DEMO: Para nelayan Kalbar yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) berunjuk rasa di Jakarta, Rabu (6/4). Mereka bergabung dengan ribuan nelayan dari seluruh Indonesia. SIGIT SUGIARDI FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Pelaku perikanan Kalbar yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) bergabung dengan ribuan nelayan dari seluruh Indonesia berunjuk rasa di Istana Negara, Rabu (6/4). Ketua HNSI Kalbar Sigit Sugiardi memastikan, sedikitnya 60 nelayan perwakilan Kalbar yang menyampaikan aspirasi di Jakarta. “Ada ribuan nelayan berkumpul di Istana Negara. Dari Kalbar ada 60 perwakilan nelayan,” kata Sigit saat dihubungi Pontianak Post, Rabu (6/4).

Sigit menceritakan, ribuan pengunjukrasa gabungan nelayan seluruh Indonesia berkumpul di Istiglal. Ada 200 bus penuh yang datang dari Kabupaten/Kota terdekat. Dari Istiqlal, rombongan lalu diarahkan ke Monas. Ketatnya pengawalan kepolisian akhirnya hanya mengizinkan 100 perwakilan dari nelayan untuk bisa beraudiensi dengan pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan.  

“Kami bawakan oleh-oleh simbolis ayam jago dan ikan busuk untuk Menteri KKP,” kata Sigit menceritakan. 

Simbolis ikan busuk kata Sigit, menandakan bahwa kondisi seperti inilah yang terjadi kepada nelayan saat peraturan itu tetap dilanjutkan. Sementara ayam jago, mengisyaratkan ayam hanya berkokok tapi loyo. “Ini yang kami hadiahkan,” lanjutnya.

Sekitar pukul 09.00, masa bergerak ke Istana Presiden. Setibanya, masa mendapati jalanan diblokade kawan besi oleh aparat kepolisian, hanya gerbang yang dibuka. Melihat hal itu, masa lantas berorasi dan menempelkan spanduk. 

“Seharusnya, negosiasi dengan presiden, rupanya Pak Jokowi ke Maluku bersama sejumlah menteri. Akhirnya, kami siapkan perwakilan 10 orang dan diterima oleh staf menteri,” jelasnya.

Dalam audiensi itu, perwakilan nelayan menyampaikan sejumlah petisi. Poin utamanya menuntut Menteri Susi untuk mundur dari jabatannya, dan menagih janji Jokowi. “Intinya kami nagih janji ke Pak Jokowi,” terangnya.

Dalam aksi tersebut para nelayan juga menuntut dibatalkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 2 tahun 2015 terkait dilarangnya sejumlah alat tangkap tradisional. “Petisi kami yaitu, peraturan menteri dibatalkan serta menuntut Menteri Susi Pudjiastuti dicopot. Intinya kita menuntut hak hidup kita untuk melaut dikembalikan. Saat ini banyak yang sudah lama tidak berani melaut akibat peraturan Menteri Susi,” tegasnya.

Anggota DPR-RI Dapil Kalbar, Syarif Abdullah Alkadri menilai, kebijakan Menteri Susi tidak melihat realitas nelayan. Sejumlah peraturan yang dibuat oleh Menteri KKP itu kata dia, hanya akan menciptakan penggangguran dan kemiskinan baru.

“Pemerintah kalau mau buat kebijakan harus juga buat solusi. Sekarang menciptakan pengangguran kemiskikan baru,” ujar Syarif kesal.

Saat ini, lanjut Syarif, semua sektor ekonomi tengah lesu, ditambah lagi dengan kebijakan yang bisa membuat implikasi pada masyarakat bawah. “Saya berharap Menteri bisa mencabut peraturan itu. kalau pun tidak ada solusi, paling tidak ada toleransi,” harapnya. (Gus)

Berita Terkait