Nelayan Hanya Pasrah, Kapal Kerap Kandas

Nelayan Hanya Pasrah, Kapal Kerap Kandas

  Jumat, 1 July 2016 09:36
SUNGAI: Puluhan kapal kecil milik nelayan kandas karena aliran sungai naram dangkal di Gang Nelayan, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. AIRIN FITRIANYSAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Masyarakat berharap sungai Naram yang berada di Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang Kalimantan Barat segera dinormalisasi. Alasannya, sudah lama kawasan ini dangkal hingga menyusahkan warga yang hendak melaut. Padahal, sebagian besar mereka adalah nelayan.

Airin Fitriansyah, Singkawang

ALIRAN sungai naram sudah puluhan tahun tidak diperhatikan pemerintah daerah. Akibatnya sungai Naram dangkal mengakibatkan kapal kecil kandas dan menghambat aktivitas para nelayan berangkat melaut.

“Jika ingin berangkat melaut nelayan harus bersabar. Yakni harus menunggu air pasang berjam-jam agar kapal bisa keluar dari sungai Naram. Ini karena sungai naram dangkal,” ucap Nelayan Kelurahan Naram Gafar, Kamis (30/6) kepada media ini.

Dia mengatakan normalisasi sungai naram tidak pernah dinikmati oleh masyarakat yang berada di perkampungan nelayan. Perhatian pemerintah daerah juga tidak pernah didapatkan terkait bantuan nelayan di Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara.

Ia menuturkan selain aliran sungai dangkal, masyarakat kampung nelayan sulit mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Jika ingin mendapatkan bantuan dibutuhkan kelompok nelayan. Apabila tidak ada kelompok nelayan masyarakat sekitar tidak akan pernah mendapatkan bantuan apapun.  

 “Kelompok nelayan di sini sudah ada. Hanya saja tidak semua kelompok nelayan mendapatkan bantuan. Meskipun kita sudah ada kelompok nelayan tetapi belum pernah ada bantuan dari pemerintah daerah terhadap nasib nelayan,” tukasnya ayah satu anak.

Dinas Pekejaan Umum Kota Singkawang melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Andang Supriawan menyampaikan kegiatan normalisasi aliran sungai Naram belum dianggarkan tahun 2016. Sehingga kegiatan normalisasi sungai naram tidak bisa dilaksanakan. Jika ada anggaran kemungkinan di tahun 2017 mendatang normalisasi sungai naram bisa dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Singkawang.

 “Normalisasi sungai tidak ada anggara kegiatanya. Jika pun ada hanya satu aliran sungai yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Yakni aliran sungai kuala yang akan dinormalisasi. Itupun tidak semuanya dinormalisasi karena anggaran pemerintah daerah terbatas,” ucapnya saat dihubungi media ini.

Dia menyatakan tahun ini pemerintah daerah melalui pekerjaan umum bidang sumber daya air akan memfokuskan kegiatan normalisasi drainase yang berada di wilayah dalam Kota Singkawang dan sekitarnya. Sedangkan normalisasi aliran sungai besar anggaran pemerintah daerah tidak mencukupi untuk melaksanakan seluruh kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan rencana kegiatan drainase aliran parit akan dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan. Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tander kegiatan untuk dilelang kepada pihak ketiga yang akan mengerjakan pekerjaan perbaikan drainase di wilayah Kota Singkawang.

 “Kegiatan drainase saat ini masih dalam tahap persiapan. Jika sudah siap akan kita lakukan tender pelelangan. Jika tidak ada hambatan rencana di mulai kegiatan akan dilakukan dua bulan kedepan di wilayah dalam kota dan sekitarnya,” imbuhnya disela-sela kesibukan mempersiapkan kegiatan yang ada di Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Singkawang. (*)

Berita Terkait